in

PTMB 2021 Unika Soegijapranata Dilaksanakan Dengan Teknologi Digital

Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya, MS, IEC saat Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB) 2021.

 

HALO SEMARANG – Setiap awal tahun ajaran baru, Unika Soegijapranata Semarang mengadakan Pembekalan Terpadu Mahasiswa Baru (PTMB). Seperti tahun sebelumnya, PTMB masih dalam suasana pandemi Covid-19.

PTMB diselenggarakan secara dalam jaringan (daring) di ruang virtual Unika melalui aplikasi zoom dan menggunakan teknologi Face Tracking Animation (FTA), saat penyematan pin dan pengenaan jas almamater Unika Soegijapranata kepada perwakilan mahasiswa baru, Rabu (18/8/2021).

Rektor Unika Soegijapranata Prof Dr F Ridwan Sanjaya, MS, IEC menyampaikan, kegiatan PTMB 2021 diikuti sekitar 1.700 mahasiswa. Menurutnya, perhatian dan dukungan perlu untuk diberikan kepada mahasiswa baru.

“Teman-teman mahasiswa baru yang saya banggakan, saya mengucapkan selamat datang di kampus ungu, kampus Unika Soegijapranata, kampus mini Indonesia di mana tergabung mahasiswa dan mahasiswi dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia, termasuk ada juga yang dari Timor Leste,” sapa Ridwan kepada para mahasiswa baru Unika Soegijapranata.

Ia melanjutkan, sebaran mahasiswa dari berbagai wilayah ini bukan hanya terjadi pada saat pandemi ini saja, melainkan jauh sebelum ditetapkannya status pandemi.

“Namun kesiapan teknologi informasi yang telah ada di Unika Soegijapranata sejak satu dekade yang lalu, memungkinkan kami melayani anda semua dari rumah masing-masing di berbagai wilayah Indonesia saat masa pandemi,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, dalam kurun waktu 1,5 tahun aktivitas akademik sepenuhnya dilakukan secara daring. Atas tuntutan tersebut, penyesuaian teknologi dilakukan. Seperti halnya beralihnya ruang kelas dalam penelusuran video 360 derajat.

Ridwan mengutip buah pemikiran seorang naturalis asal Inggris Charles Darwin yakni, ‘yang bisa bertahan bukanlah yang paling pintar atau paling kuat, namun yang paling bisa beradaptasi’.

“Unika beradaptasi dengan merubah kegiatan menjadi daring, agar tetap bisa memberikan layanan kepada mahasiswa. Sehingga cita-cita mahasiswa tidak terhenti karena pandemi. Teknologi informasi yang telah disiapkan bertahun-tahun ternyata bisa membawa Unika untuk berlayar di tengah pandemi,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menyebut, mahasiswa juga harus beradaptasi, membangun kebiasaan belajar yang sesuai dengan pembelajaran daring. Namun jika tidak dapat beradaptasi, dalam mengelola waktu dan kebiasaan, maka hasil dari evaluasi di akhir semester bisa di bawah ekspektasi dan kemampuan yang diharapkan terkuasai bisa tidak tercapai.

“Bukan soal kepintaran, kekuatan, atau bahkan kekayaan. Tetapi semangat dan ketekunan yang dibangun terus-menerus akan memungkinkan kita mengatasi berbagai rintangan,” tegasnya.

Sementara Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan yang juga Alumni Unika Soegijapranata, Dr V Kristina Ananingsih, ST, MSc mengungkapkan, tema yang diangkat pada PTMB tahun ini yaitu “Transformation Habits”.

Menurutnya, transformasi adalah pembaharuan terus menerus untuk menjadi lebih baik dan berperan sebagai aktor perubahan (agent of change) bagi orang lain dan lingkungan.

“Dalam transformasi diperlukan adanya kerja sama, sinergitas, profesionalitas, dan solidaritas. Transformation Habits adalah upaya menjadikan transformasi sebagai kebiasaan kita. Transformation Habits akan membawa semangat kemandirian dalam belajar secara berkelanjutan,“ paparnya.

Sedangkan dalam rangka Transformation Habits, lanjutnya, maka mahasiswa baru diharapkan memiliki yang disebut “SIKAP” yang merupakan kependekan dari Semangat, Inovasi, Kreativitas, Adaptif dan Peduli.

“Semangat adalah keteguhan dan keuletan, yang perlu dimiliki oleh mahasiswa baru untuk mengembangkan diri dan potensi yang dimiliki di kampus Unika,” lanjutnya.

Dirinya mengajak mahasiswa baru memiliki inovasi untuk mengembangkan dan menyempurnakan hal-hal yang sudah ada, sehingga menjadi lebih berdaya guna bagi masyarakat dan lingkungan.

Adapun makna kreativitas yaitu membawa mahasiswa baru untuk mampu mengkreasi hal baru, serta menciptakan pemikiran atau peluang baru dalam membantu pemecahan masalah.

“Pada masa pandemi ini, mahasiswa baru diajak pula untuk adaptif, yaitu mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan lingkungan dan teknologi pembelajaran yang baru. Peduli berarti keterlibatan dalam menghadapi berbagai kondisi yang terjadi di sekitar kita. Mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mempunyai sikap kepedulian personal, namun juga dapat mengubah atau mendorong orang lain untuk ikut peduli dengan situasi yang ada,” tandasnya.(HS)

Share This

Begini Perjuangan Nabila Untuk Bisa Jadi Paskibraka di Istana Negara

Diprakarsai Alumni Akpol Tahun 1993, Polda Jateng Bagikan 200 Bantuan Sosial