in

PTM Terbatas, Sekolah Perlu Bentuk Satgas Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito (Foto : Covid19.go.id)

 

HALO SEMARANG – Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, menyampaikan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, satuan pendidikan atau sekolah perlu membentuk Satgas Covid-19.

Satgas Covid-19 di tingkat sekolah ini, bertugas memastikan protokol kesehatan dijalankan secara ketat, sehingga dapat menjamin keselamatan warga sekolah. Adapun satuan pendidikan yang dapat menyelenggarakan PTM secara terbatas, adalah sekolah di daerah dengan PPKM level 3, 2, dan 1.

Namun demikian pengawasan dalam PTM terbatas, bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga orang tua di rumah.

“Pada prinsipnya, sistem pengawasan yang komprehensif dalam pembelajaran tatap muka, bukan hanya tanggung jawab satuan pendidikan, tetapi juga orang tua di rumah. Juga unsur lingkungan lain, di bawah pengawasan posko dan berbagai satgas, yang juga dibentuk di berbagai fasilitas umum dan sosial,” kata Prof Wiku, Minggu (29/8).

Dia menjelaskan regulasi yang dijadikan dasar untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka secara nasional, yaitu Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Begitu pula dengan Inmendagri No. 35, 36, dan 37 Tahun 2021 mengenai pelaksanaan PPKM dengan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan serta Panduan Pengawasan dan Pembinaan Penerapan Protokol Kesehatan di Satuan Pendidikan dari Kemenkes.

Dalam mengatur operasional pembelajaran tatap muka, beberapa regulasi ini telah mencakup tiga aspek besar yaitu persiapan baik sebelum dan selama perjalanan, pelaksanaan di satuan pendidikan, dan evaluasinya.

Secara teknis di dalamnya mengatur kapasitas, sistem skrining kesehatan yang telah terintegrasi, dengan Sistem Peduli Lindungi, sebagaimana yang juga diterapkan pada pembukaan di sektor lain, penetapan kriteria peserta didik maupun pengajar yang boleh mengikuti kegiatan tatap muka.

“Beberapa strategi juga diterapkan untuk meminimalisasi celah penularan semisal ventilasi, jarak, durasi, maupun standar perilaku setiap unsur yang terlibat,” kata dia.

Sementara itu seperti dirilis Covid19.go.id, PTM terbatas penting untuk dilaksanakan. Berdasarkan Kajian Kemendikbud Ristek, situasi pembelajaran daring saat ini memberikan dampak risiko learning loss, yang pemulihannya bisa memakan waktu hingga 9 tahun.

Hal ini terjadi karena peserta didik tidak memperoleh pembelajaran yang optimal, yang berakibat pada kemunduran akademis dan non akademis. PTM terbatas dinilai dapat menekan risiko learning loss ini, demi menjaga kualitas pembelajaran anak Indonesia.

Persiapan PTM terbatas didorong di wilayah PPKM level 1-3, dilakukan dengan tetap memprioritaskan keselamatan insan pendidikan, yang pelaksanaannya mengedepankan kehati-hatian dan protokol kesehatan yang ketat.

Sekolah harus memenuhi syarat SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran di Tengah Pandemi untuk bisa menyelenggarakan PTM Terbatas.

Di sisi lain, pemerintah mendukung pelaksanaan PTM terbatas dengan menggencarkan program vaksinasi bagi pelajar di daerah. (HS-08)

Share This

Gunakan TTE, Pengurusan Izin Operasional Madrasah Sepenuhnya Digital

9 Cabor Di Kendal Mendapatkan Bantuan Sarana Prasarana Dari KONI