in

PTM Terbatas Digelar Besok, Orang Tua Peserta Didik Buru Keperluan Sekolah

Aktivitas pedagang sepatu dan perlengkapan sekolah di Pasar Ngaliyan, Minggu (29/8/2021).

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang resmi menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Senin (30/8/2021) besok. Kebijakan tersebut disambut antusias oleh para orang tua peserta didik. Sejumlah orang tua menyambutnya dengan membelikan sepatu baru, untuk anak-anak mereka yang akan mengikuti PTM.

“Bersyukur, PTM dibuka lagi, meskipun digelar secara terbatas. Jadi anak saya bisa masuk sekolah, dan belajar bersama gurunya lagi secara tatap muka,” tutur satu di antara orang tua peserta didik, Tria (34) saat ditemui usai membelikan sepatu anaknya di Pasar Ngaliyan ini, Minggu (29/8/2021).

Tria menyatakan, selama pembelajaran jarak jauh (PJJ), dirinya mengaku kewalahan. Sebab harus membagi waktu antara menjadi seorang ibu, dan mendampingi anak belajar di rumah.

“Saat ada tugas dari gurunya kadang anak susah diatur. Jadi memang harus betul-betul didampingi pengerjaan tugas sekolahnya. Sementara saya kan ada kerjaan rumah juga yang harus saya selesaikan, jadi lumayan repot,” terang warga Perumahan Palir, Ngaliyan ini.

Serupa diungkapkan oleh Wakhid (38), orang tua peserta didik lainnya. Ia mengaku senang, kembali diselenggarakannya pembelajaran tatap muka. Sebab dapat mengurangi waktu anak untuk bermain ponsel cerdas atau smartphone.

“Terkadang susah mengontrol juga anak-anak saat sekolah online. Paling yang mendampingi lama ibunya. Ditambah sering pegang HP khawatir sampai kecanduan. Ini PTM dibuka, bisa mengurangi penggunaan HP,” terang warga Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan ini.

Sementara itu, penjual perlengkapan sekolah di Pasar Ngaliyan, Siti Sumarti (50) mengaku menjelang dibukanya pembelajaran tatap muka, penjualannya meningkat drastis.

“Sekolah mau buka lagi, jadi banyak yang cari sepatu. Saya juga jual tas untuk anak-anak sekolah, tapi sementara ini yang paling laris sepatu,” katanya.

Siti menuturkan, saat sekolah digelar secara jarak jauh, penjualannya menjadi sepi. Ia merasa bersyukur, penjualannya sedikit menunjukkan tren kembali normal.

“Syukur besok sekolah boleh buka. Saat sekolah online banyak pedagang pasar yang kiosnya ditutup. Ibaratnya sekarang siapa yang mau beli sepatu sekolah atau kebutuhan sekolah lain, kalau sekolah saja tutup,” ujarnya.(HS)

Share This

Gelar Pelatihan Ilmu Falak, UIN Walisongo Interpretasi Teori dan Praktik dengan Al-Murobba’

Fasilitas Olahraga di Kota Semarang Mulai Dibuka