in

PTM Diberlakukan, DPRD Jateng Imbau Sekolah Perketat Prokes

Wakil Ketua DPRD Quatly Abdulkadir Alkatiri jadi pembicara dalam acara di salah satu TV swasta. (Foto: Istimewa)

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jateng Quatly Abdulkadir Alkatiri meminta agar sekolah, baik pendidik maupun siswa, untuk memperketat protokol kesehatan, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Permintaan itu disampaikan Quatly, saat menjadi narasumber di salah satu TV swasta, selasa (25/01/2022).

Dia menilai, pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah sudah cukup baik, yaitu sudah lebih dari 60 persen. “Melihat vaksinasi sekarang yang dilakukan oleh pemerintah sudah cukup baik untuk persentase kita lihat hampir 60 persen vaksinasi. Akan tetap masyarakat atau tenaga pendidik, juga untuk tidak berhenti menerapkan protokol kesehatan,” kata Quatly Abdulkadir Alkatiri.

Dia juga menegaskan, bahwa kunci keberhasilan penanganan Covid-19 adalah kepercayaan dan kebersamaan pemerintah dan masyarakat. Dari mendengarkan aspirasi masyarakat pun, sudah muncul kesadaran diri masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan.

Sementara itu Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jateng, Syamsudin Isnain mengatakan untuk pelaksanaan PTM 100 persen, mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) empat menteri (Mendagri, Mendikbud, Menag, dan Menkes) tertanggal 21 Desember, pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 telah dimulai PTM mulai 3 Januari 2022 lalu.

“Pemberlakuan kebijakan 4 menteri ini sudah berjalan tiga pekan. Setiap pekan kami evaluasi, Alhamdulillah tidak ada laporan penyebaran Covid-19. Semua sekolah memberlakukan ketat protokol kesehatan, pada pemakaian masker, cuci tangan, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Syamsudin menjelaskan, untuk daerah dengan capaian vaksinasi dosis II untuk pendidik dan tenaga kependidikan lebih dari 80%. Capaian vaksinasi lansia dosis II di atas 50% dan vaksinasi peserta didik terus berlangsung.

Maka PTM bisa dilaksanakan setiap hari, termasuk jumlah peserta didik 100% dari kapasitas dan lama belajar paling banyak 6 jam setiap harinya.

Karena itulah, lanjut dia, dengan seiring gencarnya vaksinasi dan sudah mulai dilakukan vaksin booster maka pola pengajaranpun sudah kembali seperti semula. Hanya saja tak mengabaikan protokol kesehatan.

Sementara dari kalangan akademisi pun menilai dengan kebijakan daerah sudah mulai membuka PTM untuk pendidikan dasar sampai menengah. Bahkan di sejumlah perguruan tinggi pun pembelajaran luring pun sudah dilakukan.

“Keefektivitasan pembelajaran tatap muka secara langsung lebih mengena ketimbang dengan daring. Gairah siswa pun muncul, bertemu dengan teman gurunya, suasana yang berbeda. Beda dengan daring, pembelajarannya monoton. Belum di daerah blank spot, baik guru maupun siswa kesulitan mengakses internet,” ucap Wakil Rektor III Unisri Dr Sutoyo.(HS)

DPC Gerindra Kota Semarang Laporkan Edy Mulyadi terkait Ujaran Kebencian terhadap Prabowo 

Sejumlah Toko Modern Kedapatan Timbun Minyak Goreng, Disperindag Jateng Lapor ke Pusat