in

PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas Bersama PFSO Gelar Simulasi Pengamanan

Petugas keamanan saat melakukan simulasi pengamanan untuk mengantisipasi adanya tindak pidana melanggar hukum atau kejahatan. Simulasi digelar oleh PT Pelindo III cabang Tanjung Emas bersama anggota forum komunikasi Port Facility Security Officer (PFSO).

 

HALO SEMARANG – PT Pelindo III cabang Tanjung Emas bersama anggota forum komunikasi Port Facility Security Officer (PFSO) pelabuhan menggelar simulasi pengamanan untuk mengantisipasi adanya tindak pidana melanggar hukum atau kejahatan.
Kegiatan tersebut dilakukan pada saat kegiatan Joint Exercise International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code 2021, Rabu (6/10/2021).

Simulasi diawali oleh Petugas keamanan PT Pelindo III cabang Tanjung Emas Semarang ketika sedang melumpuhkan sejumlah orang yang diduga penyusup di dermaga.

Penyusupan bermula ketika ada empat orang turun dari kapal hendak menuju ke terminal kedatangan. Satu di antara empat orang itu terlihat membawa barang yang mencurigakan.

Namun saat dilakukan pemeriksaan di dermaga, empat orang tersebut justru marah-marah dan merusak pagar yang dijaga petugas.

Dua dari empat orang tersebut kabur saat kejadian. Sementara dua orang orang lainnya malah berkelahi dengan petugas.

Petugas yang berjaga meminta bantuan ke petugas lainnya. Dari pekerlahian tersebut petugas berhasil melumpuhkan dua orang itu dan membawa ke ruang introgasi. Sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.

Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata dua orang  dicurigai itu membawa burung yang dilindungi tanpa dilengkapi surat dari balai karantina.

Deputi Manager Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PT Pelindo III Pelabuhan Tanjung Emas, Nashikudin mengatakan, simulasi diperagakan agar petugas keamanaan yang ditugaskan di masing-masing terminal dapat mengetahui apa tugasnya.
Kegiatan itu, kata dia, juga untuk mengantisipasi adanya upaya penyusupan dan hal-hal melanggar hukum di wilayah pelabuhan.

“Mereka turun dari kapal membawa alat- alat yang menyebabkan kericuhan, dan teror,” ujar dia.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk melatih petugas agar dapat berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tim serta hal dalam pengamanan.

“Jadi kami bisa lihat seberapa cepat menangani. Selain itu kami juga bisa mengevaluasi seberapa cepat mereka menangani itu,” tuturnya.

Ia menambahkan, di sisi lain, tim pengamanannya bisa saling melengkapi dengan petugas pengamanan fasilitas. Simulasi merupakan bentuk evaluasi agar bisa menjadi bahan perbaikan.

“Pelatihan ini merupakan pelatihan wajib yang harus dilaksanakan baik setiap 3 bulan sekali maupun 8 bulan sekali. Pelatihannya ada yang model teori maupun simulasi di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas I Tanjung Emas, M Tohir mengatakan kegiatan Joint Exercise (pelatihan) ISPS Code rutin dilakukan minimal 1 kali dalam waktu 18 bulan. Dia menyebut, pelatihan di masa pandemi Covid-19 ini telah dilaksanakan sebanyak dua kali.
“Untuk pelatihan kedua. Pelatihan pertama dilakukan tahun lalu,” tuturnya.

Menurutnya, ada 7 pengguna fasilitas terminal (fastel) pelabuhan yang ikut pelatihan yakni PT Pelindo Tiga, Sriboga, PT Indonesia Power, Pt Kayu Lapis, Pertamina, Opsico, dan TPKS. Pelatihan tersebut juga dilakukan secara daring di masing-masing tempat.

Ia mengatakan pelatihan itu mengikuti ketentuan internasional yang telah ditetapkan dalam ISPS Code. Pelatihan tersebut bertujuan mengantisipasi gangguan keamanan.

“Jadi masing-masing pengguna fastel Pelabuhan sudah siap mengantisipasi gangguan kemanan,” imbuhnya.(HS)

Share This

Antisipasi Kluster Sekolah, Yoyok Sukawi Minta Semua Pihak Tegas Soal Prokes

Bupati Karanganyar Lepas Atlet NPCI Karanganyar ke Perparnas XVI di Papua