in

PT Pegadaian Hibahkan Ruang Kreatif Bertema Milenial di Perpustakaan UNS

Peresmian The Gade Creative Lounge di Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

HALO SOLO – PT Pegadaian (Persero) membangun The Gade Creative Lounge dengan konsep milenial dan kekinian di Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. The Gade Creative Lounge merupakan sebuah ruang dengan berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa UNS.

Di dalam ruang tersebut, PT Pegadaian menyediakan beberapa komputer yang bisa digunakan untuk mengakses jurnal yang dibutuhkan mahasiswa.

Selain itu, juga terdapat fasilitas untuk rapat, podcast, dan unjuk kebolehan kreativitas mahasiswa.

Direktur Umum PT Pegadaian, Gunawan Sulistyo menyampaikan, pembangunan The Gade Creative Lounge dikerjakan secara profesional dengan waktu yang tidak terlalu lama dengan konsep natural.

Menurutnya, selesai dan diresmikannya ruang tersebut dilakukan berbarengan dengan momen ulang tahun atau dies natalis ke-46 UNS, yakni pada Jumat (11/3/2022).

“Ini merupakan salah satu bentuk corporate social responsiblity (CSR) kami. Dan ini merupakan salah satu wujud yang kita hadirkan di perguruan tinggi,” ungkap Gunawan.

Bahkan, lanjut Gunawan, The Gade Creative Lounge tidak hanya dihadirkan di UNS tapi juga di 9 perguruan tinggi lain.

Dia menuturkan, didirikannya ruang tersebut dalam rangka memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempunyai sarana komunikasi, pembelajaran, dan diskusi yang kekinian.

“Sesuai apa yang diinginkan oleh teman-teman milenial, sehingga proses belajar mahasiswa bisa lebih sesuai perkembangan yang ada,” ungkapnya.

Terkait pembangunan, menurut Gunawan, karena pihaknya sudah berpengalaman di 9 perguruan tinggi, sehingga mengetahui apa yang dipersiapkan.

Sementara itu, Rektor UNS Prof Djamal Wiwoho mengucapkan terima kasih kepada PT Pegadaian atas dibangunnya The Gade Creative Lounge.

Prof Djamal menyampaikan, ruang tersebut menjadi pelengkap fasilitas yang ada di UPT Perpustakaan UNS yang tentunya bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa.

“Misalnya dalam konteks kekinian, saya membawa mahasiswa saya untuk kuliah di ruang tersebut juga sangat memungkinkan,” ungkap Prof Djamal.

Selain itu, menurut dia, pihaknya juga bisa memanfaatkan ruang itu sebagai ruang rapat bersama dengan para pimpinan universitas dengan suasana yang sangat santai.

“Karena relasi sosial yang ada dibangun di sana, nampaknya sekat-sekat formalitas akan jadi hilang. Yang ada adalah nilai-nilai kebersamaan dan nilai kolaboratif kita semua,” tandasnya.(HS)

Warga Tambakaji Semarang Tangkap Ular Piton Sepanjang Tiga Meter

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Sabtu (12/3/2022)