PT KAI Akan Bangun Patung Bung Karno di Atas Polder Tawang, Anggaran Capai Rp 11 Miliar

Kepala KAI Daop 4 Semarang, Muhammad Nurul Huda Dwi Santoso.

 

HALO SEMARANG – PT KAI Daop 4 Semarang akan melakukan penataan Polder Tawang. Wilayah Polder Tawang yang masih satu kawasan dengan Kota Lama tersebut, akan dibangun ulang menjadi bagian integral Stasiun Tawang.

Hal itu diungkapkan, Kepala KAI Daop 4 Semarang, Muhammad Nurul Huda Dwi Santoso saat meninjau Polder Tawang, Rabu (5/8/2020).

“Perubahan konsep Stasiun Tawang nanti bukan hanya menjadi tempat transit saja. Tapi akan menjadi Center of Lifestyle. Nanti ada cafe, taman, dan bangunan yang lain juga,” ujarnya.

Huda mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan Pemkot Semarang untuk pengembangan kawasan sekitar Stasiun Tawang. Pengerjaan proyek dilakukan langsung oleh PT KA Manajemen Properti (KAPM), yang merupakan anak usaha PT KAI Indonesia.

“Yang pertama nanti akan dibangun patung proklamator, Ir Soekarno di tengah polder, masjid dan Barrier Gate juga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Proyek PT KAPM, Sugeng mengatakan, saat ini masih melakukan pengeringan air kolam polder. Dia menyebut butuh waktu sekitar seminggu untuk bisa memulai pengerjaan.

“Saat ini sudah dilakukan pengeringan, jadi menunggu sekitar seminggu supaya kering. Semoga tidak hujan supaya kami bergegas mengerjakan,” tandasnya.

Sebagai informasi, PT KAI Daop IV Semarang melakukan penataan ulang wajah Kawasan Polder Tawang Semarang. Salah satunya dengan pemasangan Patung Sang Proklamator, Soekarno di tengah sistem pengendalian banjir di kawasan Kota Lama itu, dengan dikelilingi oleh air mancur.

Patung dengan tinggi 10 meter dan pondasi 4 meter ini nantinya akan terbuat dari perunggu dan menghadap ke arah selatan dengan pose mengacungkan tangan ke atas.

Diketahui bahwa perancang dari patung tersebut yakni Ketut Winarta, adik dari pematung terkenal I Nyoman Nuarta.

Dengan begitu nantinya Polder Tawang, Stasiun Tawang, dan wilayah sekitar akan menjadi tempat wisata yang masih jadi bagian dengan kawasan Kota Lama Semarang.

Nantinya proses untuk pengerjaan ini akan memakan waktu sekitar 300 hari, dengan anggaran mencapai Rp 11 miliar.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.