PSIS Tegaskan Tanpa Pemain Asing di Piala Kemenpora

Para pemain trial PSIS mengikuti latihan di Lapangan Citarum Semarang, Rabu (10/3/2021).

 

HALO SEMARANG – PSIS dipastikan tak akan menggunakan jasa pemain asing di Piala Kemenpora 2021. Hal itu ditegaskan GM PSIS, Wahyoe “Liluk” Winarto, saat mendampingi latihan perdana PSIS di Lapangan Citarum Semarang, Rabu (10/3/2021) pagi.

Menurutnya, di turnamen pra-kompetisi ini pihaknya akan memaksimalkan pemain lokal yang ada.

“Pemain asing kami terus ajak komunikasi untuk persiapan Liga. Tapi karena situasi pandemi masih belum memungkinkan mendatangkan mereka, kami akan maksimalkan pemain lokal dulu saat Piala Kemenpora ini. Tapi kami juga masih komunikasi dengan Satgas Covid-19, bagaimana teknis isolasi dan proses mendatangkan pemain asing dari negaranya masuk ke Indonesia. Jika memungkinkan sih manajemen akan panggil mereka secepatnya untuk mengikuti persiapan. Tapi kami juga melihat kepastian dan jadwal liga dulu,” katanya.

Dikatakan, saat ini sudah ada 18 pemain yang telah bergabung dengan tim guna persiapan menghadapi Piala Kemenpora. Beberapa pemain yang belum datang di antaranya Septian David Maulana, Hari Nur Yulianto, dan beberapa pemain yang tinggal di luar Jawa.

PSIS, katanya, juga membuka kesempatan bagi tiga pemain muda untuk dapat trial di ajang Piala Menpora 2021. Reza Irfana (21), Daffa Balindra (21), dan Akhsay Rismawanto (23), sudah mulai berlatih dengan skuad PSIS di bawah asuhan asisten pelatih Imran Nahumarury pada Rabu (10/3/2021) di Stadion Citarum, Semarang.

Nama pertama yakni Reza Irfana merupakan penggawa Bali United sejak tahun 2017 hingga 2021. Ia baru saja dilepas oleh Serdadu Tridatu pada Februari lalu dan kini statusnya free.

Reza sendiri merupakan pemain dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah dengan posisi gelandang. Sebelumnya ia juga telah akrab dengan beberapa penggawa PSIS seperti Joko Ribowo, Riyan Ardiyansyah, Eka Febri dll.
Sedangkan nama kedua yakni Daffa Balindra yang juga berposisi sebagai gelandang, sebelumnya ia bermain di Persijap pada kompetisi Liga 2.

Terakhir ada nama Akhsay Rismawanto yang bisa bermain di posisi gelandang serang dan winger, sebelum trial di PSIS ia bermain untuk Pra-PON Kalteng. Pada tahun 2016, Akhsay juga pernah magang di PSIS.

Liluk mengatakan, bahwa ia melihat ketiga pemain tersebut merupakan pemain muda potensial.

Namun ia menyerahkan keputusan soal perekrutan kepada tim pelatih.

“Mereka ini pemain muda potensial, namun soal jadi atau tidak ada di keputusan tim pelatih. Biar tim pelatih menilai dan dicoba pada saat Piala Menpora nanti,” pungkas Liluk.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.