Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

PSIS Resmi Tunjuk Dragan Jadi Pelatih Kepala, Bagaimana dengan Banur?

Pelatih PSIS, Dragan Djukanovic.

 

HALO SEMARANG – PSIS resmi menunjuk Dragan Djukanovic sebagai pelatih kepala di Liga 1 2020. Keputusan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi official PSIS, Rabu (1/1/2020).

“Kami sudah resmi menunjuk Dragan Djukanovic sebagai pelatih baru untuk mengarungi Liga 1 2020. Tentu ada pertimbangan dari hasil rapat yang kami lakukan belum lama ini,” ungkap CEO PSIS, Yoyok Sukawi, Rabu (1/1/2020).

Dragan Djukanovic mendapat kontrak untuk satu musim. Nantinya, mantan pelatih Borneo FC tersebut akan bertugas menyiapkan tim untuk menghadapi Liga 1 2020 yang rencananya dimulai Maret 2020.

Setelah resmi menunjuk Dragan, rumor tak sedap datang dari Bambang Nurdiansyah, mantan pelatih PSIS musim 2019. Kabarnya, Banur, sapaan akrabnya enggan menjabat sebagai Direktur Teknik (Dirtek) PSIS seperti yang ditawarkan manajemen. Alasannya, karena Dragan Djukanovic kabarnya juga akan membawa asisten pelatih saat menangani PSIS nanti.

PSIS pun hingga kini belum memutuskan nasib Bambang Nurdiansyah. Sebelumnya, memang ada wacana PSIS mengembalikan tugas Banur sebagai Dirtek. Namun Bambang Nurdiansyah memastikan tak akan mengambil tawaran yang diajukan manajemen kepadanya. Dia enggan mengambil posisi tersebut karena merasa tidak nyaman.

Banur menyebut, dia bersedia menempati posisi Dirtek jika sistem kerjanya sama seperti pada saat kompetisi 2019.

“Yang membuat saya kurang nyaman, Dragan itu membawa asisten. Lalu ada Emilio pelatih fisik dari Brasil. Kalau sistem kerjanya saya membantu Dragan seperti dia bantu saya di kompetisi lalu, saya mau. Cuma ini Dragan bawa asisten, lalu ada Emilio. Bayangkan kalau saya di posisi direktur teknik dan ada asisten yang dia bawa. Fungsi saya apa? Dia tidak mungkin diskusi sama saya lagi. Pasti akan diskusi dengan asistennya,” ungkap Banur.

“Menurut saya, saya nanti hanya duduk manis, digaji, terus ilmu saya tidak bermanfaat. Daripada begitu mendingan saya mundur. Saya berkarya di tim lain, mengamalkan ilmu saya,” ungkapnya.

Sementara terkait masalah ini, Yoyok Sukawi mengaku akan bertemu dengan Banur untuk membahas hal itu.

“Kami tetap memberi apresiasi kepada Pak Bambang Nurdiansyah yang dengan luar biasa membawa PSIS bangkit hingga lolos dari ancaman degradasi. Masih akan kami rapatkan lagi untuk memastikan apakah beliau tetap di PSIS atau tidak,” jelas Yoyok Sukawi.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang