Protokol Kesehatan Covid-19 Masih Menjadi Materi Penyuluhan kesehatan UPTD Puskesmas Kendal

Penyuluh dari UPTD Puskesmas Kendal I saat memberikan materi kepada para Pemuda, di Aula Balai Kelurahan Tunggulrejo, Kecamatan Kendal, Rabu (11/11/2020).

 

HALO KENDAL – Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Puskesmas Kendal I, terus menggelar penyuluhan kesehatan di wilayah Kecamatan Kendal, seperti kehamilan dan efek seks bebas, kemudian tentang Penyakit Menular Seksual (PMS), serta penyebaran dan pencegahan Covid-19.

Kali ini, dengan masih menggandeng Karang Taruna, UPTD Puskesmas Kendal I melakukan penyuluhan kepada muda-mudi Kelurahan Tunggulrejo, Kecamatan Kendal, Rabu (11/11/2020).

Dokter Hani, selaku pemateri dari UPTD Puskesmas Kendal I memberikan materi, terutama tentang efek hubungan seksual yang bebas, berujung kehamilan, hingga adanya perbuatan aborsi di kalangan remaja.

Dirinya menyampaikan, proses kehamilan dimulai dengan kebanyakan wanita mulai tidak menstruasi 4 minggu, hal tersebut setelah terjadinya pembuahan.

“Oleh karena itu, terlambat menstruasi satu kali saja bisa menjadi tanda hamil, kecuali pada wanita yang memang jadwal menstruasinya tidak teratur,” terangnya.

Selain dapat diketahui dengan alat tes kehamilan atau test pack, lanjut Hani, kehamilan juga bisa diperhatikan dari tanda-tandanya. Mulai dari tanda-tanda yang melibatkan perubahan fisik hingga suasana hati.

“Tanda-tanda kehamilan bisa mirip dengan gejala sebelum kita menstruasi. Seperti kram pada perut, di samping terlambat menstruasi, kemudian sering merasa lelah, mual-mual, sering buang air kecil, hingga rasa tidak nyaman pada payudara membesar,” terangnya.

Dijelaskan oleh Hani, perubahan pada payudara dapat terjadi pada awal kehamilan. Biasanya, payudara akan menjadi bengkak, sakit dan terasa lebih berat.

“Kemudian, area di sekitar puting juga biasanya berubah menjadi lebih gelap. Gejala yang dirasakan hampir sama dengan yang dirasakan saat menstruasi, namun kali ini lebih sakit,” ungkapnya.

Perubahan tersebut, menurutnya terjadi karena tubuh sudah menyiapkan diri untuk menyusui sejak awal kehamilan.
Pada saat ini, aliran darah ke payudara akan meningkat, jaringan lemak baru mulai terbentuk, dan saluran susu mulai mengembang.

“Sehingga kadang banyak wanita yang tidak sadar mereka sudah memasuki periode awal kehamilan. Tapi ada juga gejala yang sama namun kemungkinan karena penyakit,” imbuh Hani.

Lebih jauh dirinya menambahkan, adanya kecenderungan hubungan seksual dini akhirnya berakibat kepada aborsi. Untuk itu dia pun mengingatkan harus tetap dipertimbangkan bahwa risiko dari aborsi tidak sedikit.

“Terutama bila dilakukan bukan oleh tenaga medis untuk alasan yang tepat, dan dilakukan dengan metode yang tidak aman, di tempat dengan fasilitas terbatas,” tandasnya.

Sebagai penutup, Hani juga ikut mensosialisasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 khususnya peran serta generasi muda. Terutama sebagai Karang Taruna ikut mensosialisasikan program 3M dari pemerintah.

“Jangan lupa kemana-mana harus pakai masker, kemudian usai berpergian cuci tangan dengan sabun, meski di luar sana kita surah berkali-kali mencuci tangan di fasilitas yang disediakan. Dan harus selalu menjaga jarak saat bertatap muka,” pungkasnya.(HS-EI)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.