Prospek Cerah Skuad Muda PSIS

Para pemain PSIS saat latihan di Stadion Kebondalem, Kendal, Sabtu (3/4/2021). (Dok/PSIS).

 

PSIS memang gagal melaju ke babak semifinal Piala Menpora 2021, setelah kalah melalui adu penalti atas PSM Makassar pada babak 8 besar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (9/4/2021).

Namun banyak pihak menilai, skuad muda PSIS ini memiliki prospek cerah untuk mengarungi Liga 1 2021.

Meski tanpa pemain asing, PSIS tampil mengesankan di penyisihan grup dengan menjadi juara grup A. Tim Mahesa Jenar secara mengejutkan kukuh di puncak dengan koleksi tujuh poin, disusul Barito Putera dengan mengemas lima angka. Sekaligus menyingkirkan dua pesaing lainnya Persikabo 1973 dan Arema FC.

- Advertisement -

Pencapaian di luar dugaan, karena PSIS memiliki masa persiapan kurang dari satu bulan menghadapi ajang ini. PSIS juga banyak mengandalkan pemain muda dari akademi sendiri. Pemain muda yang berkolaborasi dengan para seniornya, ternyata membuat PSIS tampil apik.

Sebut saja Alfeandra Dewangga (19), Eka Febri (21), Pratama Arhan (19), Ryan Ardiansyah (24), hingga Farrel Arya (19).

Mereka seperti mampu membuat panggung tersendiri di Piala Menpora, berkolaborasi dengan pemain muda lain yang telah memiliki jam terbang seperti Wahyu Prasetyo (23), Fredyan Wahyu (22), dan lainnya.

Meski masih minim pengalaman, pemain muda binaan akademi PSIS ini justru bisa tampil lepas dan mengeluarkan seluruh bakatnya dengan maksimal tanpa adanya beban.

Kolaborasi di PSIS yang melibatkan pemain senior dan mudanya, menjadikan mereka begitu kompak dan energik. Transisi permainan juga terlihat lebih bertenaga.

Pelatih PSIS, Dragan Djukanovic memuji komposisi pemain muda PSIS yang bermain apik hingga lolos dari fase grup Piala Menpora 2021.

Padahal timnya banyak mempromosikan pemain binaan akademi yang disiapkan untuk program jangka panjang.

“Ini suatu pencapaian luar biasa bagi PSIS. Sekarang fokus kami menyiapkan tim untuk kompetisi Liga 1 2021,” katanya.

Sementara beberapa waktu lalu, CEO PSIS, Yoyok Sukawi meminta supaya anak-anak muda di PSIS terus bekerja keras dan banyak belajar dari para seniornya.

“Anak-anak muda jangan cepat puas. Jangan pernah merasa cukup ilmu, terus belajar. Istilah Bahasa Jawa-nya, ojo kemaki,” imbuhnya.

Sebagai informasi, PSIS gagal lolos ke semifinal Piala Menpora 2021, setelah dikalahkan PSM Makassar melalui adu penalti.

Dua penendang awal PSIS, Pratama Arhan dan Hari Nur Yulianto gagal mengeksekusi tendangan satu lawan satu dengan kiper PSM. PSIS pun harus menyerah dengan skor 4-2.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.