Prospek Cerah Petarung Indonesia Eko Roni Saputra Di Ajang MMA

Eko Roni Saputra (dok/Instagram @ekoroni162).

 

PETARUNG Indonesia, Eko Roni Saputra terus berjuang menjadi juara dunia kelas flyweight ONE Championship.

Meski terbilang baru menekuni dunia tarung bebas, perlahan tapi pasti Eko Roni Saputra mulai menunjukkan taji.

Petarung asal Samarinda, Kalimantan Timur, 2 Mei 1991 itu tampil gemilang pada ajang mix martial arts (MMA) di bawah organisasi promosi ONE Championship, dan menajadi salah satu petarung Indonesia yang memiliki prospek cerah.

Dia memiliki kemampuan pertarungan bawah, atas, dan teknik kuncian yang lengkap. Selain itu Eko juga dibekali dengan pukulan keras dan fisik yang baik.

Meski baru mengawali karier MMA pada 2018, Eko Roni sudah bertransformasi menjadi salah satu petarung terbaik di ajang tersebut.

Pada awal debut yang berlangsung di Filipina, 12 April 2019, Eko Roni memang tak gemilang. Dia sempat kalah dari Nico Soe asal Singapura pada ronde satu dengan durasi 3 menit, 3 detik. Hal itu setelah ada luka yang cukup parah di keningnya, sehingga wasit memutuskan menghentikan pertandingan.

Namun setelah kekalahan itu, Eko Roni berubah menjadi petarung yang disegani. Dia mengawali kiprahnya dengan menang cepat atas petarung Filipina, Kaji Ebin, di Istora, 25 Oktober 2019.

Pada laga berikutnya, Eko Roni Saputra kembali mengalahkan Khon Sichan (Kamboja) lewat cekikan rear naked choke pada 7 Februari 2020 di ONE Championship.

Tren kemenangan ini berlanjut pada 9 Oktober 2020, dia kembali mengalahkan Murugan Silvarajoo (Malaysia) dengan sebuah kuncian kreatif berupa American yang dimodifikasi.

Saking uniknya, aksi kuncian itu sampai disebut oleh komentator ONE Championship sebagai “Eko Lock”.

Tak sampai sebulan kemudian, tepatnya pada 6 November lalu, Eko kembali menggunakan rear naked choke untuk mengunci Ramon Gonzales (Filipina).

Hasil ini memperpanjang rekor kemenangannya menjadi empat berturut-turut. Dengan rekor ini, Eko Roni seolah tengah membuktikan kapasitasnya untuk mendobrak daftar peringkat resmi petarung ONE.

Atlet Gulat
Sebelum menjadi atlet MMA, Eko Roni dikenal sebagai atlet gulat Indonesia yang berprestasi. Bahkan dirinya beberapa kali menghuni skuad Pelatnas Gulat Indonesia. Sebelum akhirnya tahun 2018 dia memutuskan untuk “hijrah” ke ajang MMA profesional.

Peraih beberapa gelar Juara Nasional Gulat di Indonesia, Eko Roni Saputra, sebenarnya tumbuh besar di tengah kemiskinan di Samarinda, Kalimantan Timur.

Orang tuanya adalah sepasang penjual ikan di pasar, tetapi ayahnya juga melatih tinju. Hal ini membuatnya berlatih tinju pada usia 5 tahun.

Seiring waktu, Eko Roni beralih ke gulat setelah mendapat saran dari orang tuanya, dan ia pun mendedikasikan hidupnya dalam disiplin grappling ini.

Meski awalnya ragu untuk berganti fokus karena kecintaannya pada tinju, Eko Roni tampil luar biasa dalam gulat dan memenangi berbagai kejuaraan nasional.

Memiliki rekor impresif 116-10 dalam gulat gaya bebas, Eko Roni telah merajai tiga edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) – ajang olahraga empat tahunan terbesar di Indonesia.

Lebih hebatnya lagi, ia meraih medali emas perdananya saat masih berusia 17 tahun pada 2008 lalu, yang membuatnya menjadi salah satu atlet termuda dengan raihan prestasi gemilang tersebut.

Tak terkalahkan di atas matras di berbagai kejuaraan di Indonesia, Eko Roni meraih medali perak dan perunggu ketika mewakili Indonesia di ajang SEA Games.

Kesuksesan ini mengantarkannya ke arena seni bela diri campuran, di mana pada akhir tahun 2018, ia bergabung dengan Evolve Fight Team dan tinggal di Singapura untuk mengejar karir barunya.

Di sana, ia berlatih bersama para juara dunia bela diri demi mencapai satu mimpi meraih gelar juara MMA.
Saat ini karier Eko Roni Saputra sedang menanjak di antara talenta-talenta terbaik Asia yang mentas di ONE Championship.

“Kesuksesan saya adalah hasil dari semua kerja keras yang saya lakukan di Evolve dengan rekan satu tim. Saya merasa sangat termotivasi untuk memenangi lebih banyak lagi dan melanjutkan pencapaian luar biasa ini di tahun 2021.”

“Untuk itu, diperlukan lebih banyak kerja keras. Saya tidak memilih pertarungan mana yang akan saya ambil, tetapi siapa pun yang ditentukan oleh ONE Championship, saya akan siap untuk itu,” tandasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.