Proses Lelang Aset 20 Unit Bus BRT Trans Semarang Harus Tunggu Surat Pengajuan Penghapusan dari BLU

Puluhan BRT Trans Semarang bantuan dari Kemenhub RI yang sudah tak dioperasionalkan terlihat terparkir di sekitar Terminal Tipe A Mangkang.

 

HALO SEMARANG – Surat penghapusan aset berupa 20 unit armada BRT Trans Semarang sudah diserahterimakan dari Direktorat Angkutan Jalan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) kepada Pemerintah Kota Semarang pada 27 April 2020.

Sehingga saat ini per tanggal 27 April 2020 aset kendaraan tersebut telah dicatat di bagian Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang.

Kepala Bidang Aset BPKAD Kota Semarang, Sutanto mengakui, pihaknya telah melakukan penatausahaannya.

Hal ini dilakukan didasari dari berita acara serah terima aset tersebut dari Kemenhub tertanggal 27 April 2020 ke Wali Kota Semarang.

“Intinya di bagian aset sudah mencatatnya di Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda). Dan per tanggal 27 April 2020 aset berupa 20 bus tersebut sudah dicatat di Simda kita,” terangnya, Senin (4/1/2021).

Setelah diserahkan ke Pemkot Semarang, nantinya kata Tanto, bus tersebut jika tidak digunakan lagi, akan diproses dengan mekanisme lelang. Namun setelah ada surat pengajuan penghapusan dari pihak pengguna bus, yakni Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang.

“Yang menggunakan kan BLU, sepenuhnya dioperasionalkan memang posisinya di sana, yang bisa menilai kondisi bus di BLU, apakah bus masih bisa layak operasional atau tidak,” katanya.

Jika ada pengajuan surat penghapusan aset dari BLU Trans Semarang, lanjut Tanto, proses selanjutnya baru bisa dilakukan mekanisme selanjutnya yakni lelang.

Karena memang dengan alasan kondisinya biaya perawatan akan lebih besar dari manfaatnya, dan nilai efisiensinya dan ekonominya sudah tidak ada.

“Karena jika dilihat dari sisi umur bus ini sudah tua, dibuat dari tahun 2008. Sehingga sudah habis umur ekonomi karena sudah dipakai selama 12 tahun. Sedangkan untuk sekarang kondisi bus seperti apa yang berhak memutuskan adalah BLU, bus mau diapakan, dan sampai sekarang belum ada surat pengajuan penghapusan aset dari BLU Trans Semarang,” ujarnya.

Kalau memang bus sudah tidak bisa dioperasionalkan lagi, kata Tanto, pihak BLU Trans Semarang bisa mengajukan untuk penghapusan aset dengan alasan kondisi bus tersebut.

“Dan proses berikutnya, aset ini akan kita inventarisir dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, kalau ada aset yang sama berupa kendaraan yang tidak terpakai. Lalu kita mintakan ke kantor jasa penilai publik (KJPP) untuk menentukan nilai barang itu, setelah ada nilai baru kita mengajukan ke kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL). Karena aset tersebut bermesin, untuk minta dilelangkan, setelah laku barang tersebut, uangnya akan diserahkan ke kas daerah,” paparnya.

Sementara itu, Plt Kepala BLU UPTD BRT Trans Semarang, Hendrix Setiawan mengatakan, surat penghapusan aset bus dari Kemenhub memang beberapa waktu lalu sudah turun dan saat ini sudah dihibahkan ke Pemkot Semarang.

Yakni berupa 20 unti bus Trans Semarang, ukuran besar.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.