Promosi Wisata di Masa New Normal, Pengelola Wisata Diminta Gandeng Media

Anggota DPR RI, Agustina Wilujeng saat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknik (Bimtek) Produk Wisata Alam, Budaya, Buatan dan implementasi penerapan protokol Cleanlines, Health, Safety, Environtmental Sustainability (CHSE) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Minggu (11/10/2020).

 

HALO SEMARANG – Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizky Handayani mengajak agar protokol kesehatan (prokes) yang digaungkan oleh pemerintah, menjadi budaya baru di masyarakat. Khususnya untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.

“Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir, dengan dijadikannya protokol kesehatan sebagai budaya. Sehingga nanti setelah pandemi ini berakhir penerapan protokol kesehatan tersebut terus dilakukan oleh masyarakat.

Sehingga akan menguntungkan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif sendiri,” kata Rizky.

Rizky menyampaikan hal itu secara daring di kegiatan yang diadakan Kemeterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama DPR RI dengan tema Bimbingan Teknik (Bimtek) Produk Wisata Alam, Budaya, Buatan dan implementasi penerapan protokol Cleanlines, Health, Safety, Environtmental Sustainability (CHSE) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Minggu (11/10/2020).

Acara tersebut diselenggarakan di Hotel Santika Premier, Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jawa Tengah. Hadir dalam acara itu inisiator acara Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti, Direktorat Wisata Alam, Budaya dan Buatan Kemenparekraf Ni Komang Ayu Astiti, Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Indriyasari.

Sementara Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, selain membudayakan protokol kesehatan, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif harus mulai gencar melakukan promosi pariwisata ke media.

“Kita tidak mungkin lepas dari media. Sehingga kalau mau berhasil, produk yang kita miliki harus di promosikan lewat media, baik media massa maupun media sosial,” kata Agustina.

Agustina menilai persepsi di media itu sangat bagus untuk menunjang tempat- tempat wisata. “Sebuah kegiatan bisa tidak menjadi penting kalau tidak ada pemberitaan yang massif, membantu narasinya lah yang paling penting dalam membentuk persepasi. Tanpa disiarkan oleh media baik media mainstream maupun media komunitas, persepsi itu tidak akan tersampaikan,” terang Agustina.

Sehingga adanya Bimtek ini, kata Agustina, betapa pentingnya peran media di era digital seperti sekarang ini.

“Bimtek kali ini, lebih berat dibandingkan dengan Bimtek sebelumnya. Angkatan pertama itu dididik untuk menjadi koresponden, angkatan kedua tim cyber belajar membuat menjadi konten lewat medsos. Sedangkan Bimtek kali ini belajar menjadi admin. Admin mendukung kinerja koresponden dan tim cyber. Tidak mudah menjadi seorang admin,” ungkapnya.

Yang menarik saat Agustina menerangkan tentang arti pentingnya promosi produk, ia meminta seorang peserta laki-laki dan perempuan untuk maju ke depan untuk memberikan contoh cara menawarkan produk.

Pemateri bimtek adalah Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Jawa Tengah, Teguh Hadi Prayitno, Pemimpin Redaksi Wawasan, Muhammad Aulia Assyahidin, dan Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Gunawan Permadi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.