Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Program TMMD Reguler, Salah Satu Bentuk Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Para pekerja dibantu beberapa anggota TNI melaksanakan pembangunan jalan program TMMD Reguler ke-105, tahun 2019 di Desa Kalikondang, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak.

 

HALO SEMARANG – Progres pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler ke-105, tahun 2019, khususnya di wilayah Kodam IV/Diponegoro, telah mencapai 90 persen. Hal tersebut dijelaskan, Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Arh Zaenudin, Sabtu (3/8/2018).

Dijelaskan Kapendam, dari data yang diperoleh, hingga saat ini pada program TMMD Reguler ke 105 ini telah dibangun sarana jalan sepanjang 8,8 km,  jembatan sepanjang 12 meter, dan talut pengaman jalan dan irigasi sepanjang 1 km, serta perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 39 unit.

Lalu pembangunan sarana pendukung lainnya, seperti jambanisasi, rehab tempat ibadah dan pos kampling juga sudah dilaksanakan.

“Belum lagi dengan program TMMD Sengkuyung yang digelar di Kodim jajaran Kodam IV/Diponegoro. Alhamdulillah semua berjalan lancar sesuai rencana, tidak ada kendala. Mudah-mudahan semua bisa selesai sampai penutupan TMMD, pada tanggal 8 Agustus 2019 mendatang. Hal ini bisa terlaksana dengan baik, karena berkat kerja sama dan peran serta dari semua komponen masyarakat,” imbuh Kapendam.

Namun tidak sedikit masyarakat, lanjut Kapendam, yang masih beranggapan tugas TNI hanyalah perang untuk menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI. Anggapan itu tidak salah, namun sesungguhnya berdasar UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI, untuk melaksanakan tugas pokoknya di samping dilakukan melalui operasi militer perang (OMP), juga dilakukan melalui operasi militer selain perang (OMSP).

“Sesuai Pasal 7 Ayat (2) UU No 34 Tahun 2004 tetang TNI, terdapat 14 macam operasi dalam OMSP. Di antaranya memberdayakan wilayah pertahanan, dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta, serta membantu tugas pemerintahan di daerah. Yang di antaranya diimplementasikan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD),” kata Kapendam.

Diterangkan Kolonel Arh Zaenudin, melalui TMMD, TNI berupaya untuk membina dan memberdayakan semua potensi yang ada. Mulai dari geografi, demografi maupun kondisi sosial menjadi potensi pertahanan baik pada aspek ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan maupun aspek-aspek berpengaruh lainnya. Sehingga dapat meningkatkan ketahanan wilayah dalam menghadapi setiap kemungkinan ancaman.

“Sedangkan pelaksanaan program ini melalui tahapan yang ada, yaitu secara bottom-up mulai dari musyawarah desa bersama Babinsa program TMMD diusulkan dengan berdasarkan sekala prioritas. Adapun sasaran kegiatan TMMD Reguler ke-105 adalah wilayah daerah-daerah yang berkategori pra sejahtera, daerah perbatasan, maupun daerah rawan yang perlu mendapat perhatian lebih dibanding desa yang lain,” terangnya.

Menurut Kapendam, pembangunan jalan, jembatan, talut irigasi dan pembagunan rumah tidak layak huni (RTLH) serta infrastruktur lainnya pada sasaran fisik TMMD Reguler ke 105 tahun 2019, merupakan hal yang relevan untuk mewujudkan cita-cita nasional dalam rangka memajukan kesejahteraan umum.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat membuka TMMD Reguler ke 105 di lapangan Trimurti, Dukuh Marangan, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten menerangkan, TMMD merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah dalam rangka pemerataan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat.

“Saya ingin seluruh desa di Jateng semakin maju dan mandiri. Kita ingin kehidupan rakyat Jateng semakin sejahtera. Pada prinsipnya, masyarakat kita harus betul-betul dapat hidup secara baik, sehat dan sejahtera,” imbuhnya.

Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, saat meninjau kegiatan TMMD di wilayah Kodim 0712/Tegal beberapa waktu lalu.

Semua masyarakat ikut terlibat untuk bersama-sama berpartisipasi dan berperan serta dalam kegiatan di TMMD. Agar semua merasa ikut andil dan terlibat, sehingga merasa ikut memiliki.

“Bila sudah merasa memiliki maka merekapun akan menggunakan dan memelihara secara bersama-sama. Semua ikut berpartisipasi atau berperan sesuai situasi dan kondisi. Yang masih kuat bisa ikut bekerja menata batu, atau ikut menyediakan air minum, atau membantu materiil yang dibutuhkan,” tegas Pangdam.

Bekal Kepada Masyarakat

Di samping menumbuhkan semangat gotong royong, salah satu sasaran yang juga harus dicapai adalah terbangunnya hubungan emosional/kedekatan TNI dengan rakyat. Hal ini diaplikasikan dengan bersatunya TNI-Rakyat dalam setiap kegiatan, bahkan anggota TNI yang terlibat dalam satgas TMMD juga tidur di rumah penduduk.

Bukan hanya itu, selain mendapat program pembangunan infrastruktur, dalam rangka mengantisipasi dampak disrupsi teknologi, masyarakat juga dibekali dengan wawasan kebangsaan, bijak bermedsos, penanggulangan terorisme dan radikalisme.

“Masyarakat pedesaan juga harus melek teknologi dan memiliki wawasan yang luas agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” imbuh Pangdam.

Sedangkan pada aspek ekonomi, lanjut Pangdam, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi rakyat, satgas TMMD juga memberikan bekal kepada masyarakat desa tetang ilmu pengetahuan dan keterampilan pertanian, peternakan, kesehatan dan sebagainya.

Khususnya tentang ekonomi kreatif. Hal yang cukup menarik adalah adanya bantuan alat penetas telur bagi masyarakat sebagai rangsangan untuk tumbuhnya Usaha Mengengah Kecil dan Mikro (UMKM) di setiap desa sasaran TMMD.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang