Program PINTAR Tanoto Foundation Selaras dengan Merdeka Belajar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makariem. (Dok/Tanoto Foundation)

 

HALO SEMARANG – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makariem mengatakan, Program PINTAR Tanoto Foundation sejalan dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Menurutnya, program tersebut memiliki manfaat untuk memajukan pendidikan di Indonesia.

Nadiem mengakui Program PINTAR sejalan dengan program guru penggerak, sekolah-sekolah penggerak, dan organisasi masyarakat di lapangan.

Dari rilis yang diterima halosemarang.id, Kamis (26/11/2020), dia melihat ada suatu perspektif baru dalam kebijaksanaan dan strategi pendidikan di Indonesia. Kemendikbud berkomitmen membangun sistem dan ekosistem pendidikan di Indonesia yang merdeka belajar dan selalu berpihak kepada murid yang merdeka belajar.

“Semangat kita sejalan dengan Tanoto Foundation,” ujar Nadiem dalam acara Tanoto Facilitator Gathering (TFG), baru-baru ini.

Salah satunya adalah melalui program guru penggerak yang mendorong guru dan kepala sekolah menjadi pemimpin-pemimpin pendidikan di masa depan.

“Pesan penting ini adalah kita percaya bahwa sekolah bisa maju kalau kepemimpinan kepala sekolahnya efektif. Pembelajaran yang berpihak pada murid, pembelajaran yang memerdekakan pemikiran, untuk bisa mewujudkan pelajar Pancasila,” paparnya.

Nadiem juga mengaku sudah banyak mendengar inovasi yang dilakukan fasilitator Tanoto Foundation yang selaras dengan semangat merdeka belajar Kemendikbud.

Pihaknya melihat praktik baik yang sudah dilakukan fasilitator, mulai dari pembelajaran, budaya baca, manajemen sekolah, hingga perkuliahan calon guru di LPTK.

“Mereka sudah menerapkan dan mendiseminasikan serta memimpin rekan-rekan guru dan memastikan sekolahnya berjalan lancar dan membantu siswanya yang selaras dengan semangat merdeka belajar,” terang Nadiem.

Sementara itu, Dewan Pembina Tanoto Foundation, Belinda Tanoto menuturkan, bahwa Tanoto Foundation bekerja berdasarkan tiga prinsip, yaitu fokus pada dampak, berbasis pada data, dan kemitraan.

“Pertama, Program PINTAR ini dirancang untuk menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi penerimanya. Hingga November 2020, kami telah memberi manfaat lebih dari 17.500 guru dan dosen di 21 kabupaten atau kota di Indonesia,” kata Belinda Tanoto, anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation, dalam sambutannya di Tanoto Facilitator Gathering 2020.

Belinda melanjutkan kedua, Tanoto Foundation menggunakan pendekatan berbassis data dan bukti, agar Program PINTAR lebih terarah dan efektif.

“Misalnya, bersama Asia Philanthropy Circle dan Djarum Foundation pada tahun 2017, kami menunjuk McKinsey & Company untuk melakukan studi tentang area-area intervensi yang paling berdampak untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Prinsip ketiga yaitu kemitraan karena kami menyadari, untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, kami tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu kami menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga pemerintah dan swasta, dari tingkat lokal, regional hingga internasional,” imbuh Belinda Tanoto.

Dalam kesempatan sama, Dahlan Iskan, narasumber TFG, mengibaratkan kepala sekolah sebagai pimpinan suatu perusahaan.

Kepala sekolah diharapkan bisa menjadi pimpinan dan memberi inspirasi semua orang yang terlibat di sekolah, mulai dari guru, murid, orangtua murid, dan berbagai pihak.

“Mereka (kepala sekolah-red) yang setiap hari memimpin rekan-rekan guru dan memastikan sekolahnya bisa berjalan lancar dan membantu murid-muridnya mencapai masa depan yang diinginkan,” ungkapnya.

Sehubungan dengan itu, sudah menjadi kewajiban dari berbagai pihak membangun sumber daya manusia bersama-sama.

“Guru junior dan senior harus bersama-sama membangun ekosistem pembelajaran yang membahagiakan, kepala sekolah harus hadir di situ. Memfasilitasi semua guru,” tutur Dahlan.

Ia menilai bahwa kerja sama yang dilakukan dalam program Tanoto Foundation ini cukup baik, sehingga potensi kemajuan pendidikan bisa dikembangkan.

“Kepala sekolah, guru, dan anak didik harus dibimbing sehingga mereka mampu berkompetisi dalam era globalisasi sekarang ini, pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.