in

Program Padat Karya Tunai PUPR di Papua di 20 Lokasi Libatkan 346 Warga Lokal

Jalan jerambah di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua. (Foto : PU.go.id)

 

HALO SEMARANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui program padat karya tunai, membangun infrastruktur berskala kecil di 20 lokasi di Provinsi Papua, dengan tenaga kerja 346 orang dari warga setempat.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan tanpa peralatan berteknologi tinggi tersebut, untuk mendistribusikan dana pembangunan hingga ke desa-desa, sekaligus mempermudah nelayan dan petani memasarkan hasil produksi mereka.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, seperti dirilis PU.go.id, mengatakan sesuai data e-monitoring 6 Agustus 2021, beberapa Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah Provinsi Papua yang telah selesai pengerjaannya dan memberi manfaat bagi masyarakat, di antaranya di Distrik Agats, Kabupaten Asmat melalui pembangunan jalan jerambah dan tambatan perahu berbahan kayu.

Wilayah Distrik Agats yang didominasi oleh lahan gambut, menyulitkan akses warga  beberapa desa di Distrik Agats untuk menjangkau distrik lain, khususnya saat musim hujan.

Akses warga satu-satunya adalah menggunakan canoe, perahu, atau speed boat dengan biaya sewa cukup mahal.

Pembangunan jalan desa dan tambatan perahu tersebut, memberikan manfaat warga dalam menjalankan aktivitas perekonomian, yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dan petani.

Kehadiran jalan jerambah, mempermudah akses petani dari dan menuju areal pertanian, sehingga memaksimalkan produksi pertanian dan mengurangi biaya produksi.

Tambatan perahu juga berfungsi sebagai tempat, untuk mengikat atau menambat perahu-perahu warga saat berlabuh atau parkir, sebelum dan setelah bongkar muat muatan di lingkungan kampung nelayan.

Kecamatan atau desa yang berhak mendapat program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah, harus memiliki beberapa kriteria, yakni kecamatan atau desa yang berpotensi berbasis agropolitan, peningkatan sektor ekonomi masyarakat dan rencana tata ruang yang searah dengan pemerintah kabupaten/kota.

Diharapkan Program Padat Karya  Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah, dapat mengurangi angka kemiskinan, kesenjangan antawilayah dan mengurangi indeks kemahalan serta  pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.

Lebih lanjut Menteri Basuki mengatakan, tujuan pembangunan melalui padat karya, adalah mendistribusikan dana pembangunan hingga ke desa-desa.

“Selain untuk meningkatkan daya beli masyarakat, padat karya tunai, juga bertujuan mendistribusikan dana pembangunan hingga ke desa / pelosok. Pola pelaksanaan padat karya tunai juga harus memperhatikan protokol physical and social distancing untuk pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Menteri Basuki.

Program padat karya tunai di Provinsi Papua, salah satunya melalui Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR.

Di Papua, program ini dilaksanakan Kementerian PUPR dan warga, umumnya  untuk membangun jalan produksi dan tambatan perahu, guna memudahkan nelayan dan petani mendistribusikan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan. (HS-08)

Share This

FTP USM Gelar Workshop PJJ Multimedia

Berkeliling Sambangi Warga, Bhabinkamtibmas Polsek Gayamsari Titipkan Pesan Kamtibmas