Program Kotaku Sasar Penataan Kawasan Kumuh Di Bandengan

Jalan utama menuju Kelurahan Bandengan yang rusak parah.

 

HALO KENDAL – Kawasan kampung nelayan di Kelurahan Bandengan dan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kendal akan dilakukan penataan lingkungan melalui program Kota Tanpa Kumuh atau Kotaku mulai tahun 2021 ini.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto saat acara Rembug Nelayan bersama Bupati Kendal di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Bandengan, Senin (8/3/2021) sore.

Untuk merealisasikan program Kotaku ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kendal telah membuat rencana penataan permukiman kumuh skala kawasan Bandengan-Karangsari.

“Beberapa program yang sudah dibuat dalam rencana program Kotaku di antaranya akan dibangun pedestrian tepi sungai, jalan, drainase, rumah pompa, instalasi pengelolaan limbah, dan ruang terbuka hijau, serta land mark kawasan,” terang Dico.

Ditambahkan, melalui program Kotaku ini, selain menjadikan kawasan menjadi lebih bersih dan indah, juga untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

“Ini kan untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan, kami akan berperan penuh supaya semua fasilitas yang dibutuhkan bisa terpenuhi, termasuk mengatasi banjir rob,” imbuh Dico.

Sementara Kepala Dinas Perkim Kendal, Noor Fauzi menargetkan, usulan program Kotaku di kawasan Bandengan dan Karangsari tahun ini bisa disetujui pemerintah pusat. Dengan demikian tahun ini juga bisa mulai dikerjakan.

“Saat ini, kami sedang menyusun program supaya bisa diterima pemerintah pusat, karena perlu biaya yang besar. Di antaranya, penyediaan lahan untuk RTH (ruang terbuka hijau). Kemudian perlu pembebasan lahan milik warga, dengan dibeli atau tukar guling dan persiapan lainnya,” jelasnya.

Pada acara Rembug Nelayan yang dihadiri perwakilan dari kelompok nelayan di Kabupaten Kendal, Bupati Kendal banyak menerima masukan dan usulan dari para nelayan.

Ketua HNSI Kabupaten Kendal, yang juga sebagai tokoh masyarakat Bandengan, Zaenal Arifin mengatakan, nelayan meminta agar segera dilakukan normalisasi muara yang kondisinya sudah dangkal, karena menyulitkan perahu menepi.

“Usulan lainnya dari kami, agar pemerimtah bisa menambah kuota BBM untuk nelayan. Selain itu juga perbaikan jalan di Bandengan yang sudah rusak dan bantuan sembako untuk nelayan ketika masa paceklik,” tukasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.