Program Deradikalisme, Polrestabes Semarang Gandeng Eks-Napiter

Kegiatan Safari Ramdan yang diselenggarakan Polrestabes Semarang di Masjid Roudhotul Jannah pada Kamis (29/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Polrestabes Semarang dalam kegiatan Safari Ramadan menggandeng Eks-Napiter untuk mengkampanyekan deradikalisme kepada generasi muda, agar tidak mudah terpapar paham-paham intoleran.

Dalam kegiatan bertema Penanaman Moderasi Beragama Menuju Insan Moderat itu dihadiri oleh Kasat Binmas Polrestabes Semarang, AKBP Muh Samdani dan dilaksanakan di Masjid Roudhotul Jannah pada Kamis (29/4/2021).

Tak lupa hadir Eks-Napiter, Badawi Rahman alias Yusril, Kepala Kemenag Kota Semarang, Muhdi, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Imam Taufiq, serta aantri Ponpes Darul Falah Besongo.

Eks-Napiter, Badawi Rahman menjelaskan, bahwa orang-orang yang memiliki paham terorisme itu pertama kali menyasar pesantren atau mengajak santri-santri yang masih mencari jatidiri.

Maka untuk itu, dirinya mengajak masyarakat khususnya generasi milenial untuk tepat dalam mencari guru atau contoh hidup, dengan tujuan agar tidak mudah terpapar radikalisme.

“Di situlah kita harus belajar Al-Quran dengan guru atau kiai benar. Sebenarnya yang harus diwaspadai itu, kita harus jeli mencari seorang guru,” ucapnya di sela-sela acara.

Kasat Binmas Polrestabes Semarang AKBP Muh Samdani menjelaskan, tujuan diadakanya acara tersebut dengan menggadeng eks-Napiter yaitu agar generasi muda bisa memilih mana ajaran yang baik dan buruk untuk hidup berbangsa.

“Kita ajak beliau (Eks-Napiter) untuk menyampaikan kepada generasi muda agar tidak mudah terpapar paham radikalisme dan mengurangi terorisme. Termasuk apa yang disampaikan beliau (Eks-Napiter) untuk belajar agama dengan tuntas dan memilih guru dengan benar dan tepat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Semarang, Imam Taufiq menegaskan, kegiatan kali ini adalah bagian dari sinergitas bersama untuk menyampaikan ke publik agar memerangi paham-paham radikalisme.

“Dengan model Safari Ramdan ini, menjadi bagian sinergitas untuk disampaikan ke publik bahwa ini adalah problem kita bersama. Ini adalah tantangan kita bersama apalagi di tengah momentum bulan suci Ramadan ini,” tutupnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.