in

Program BKK Berbasis Dusun di Kendal Dimanfaatkan Untuk Budi Daya Ikan

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto didampingi Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kebupaten Kendal Hudi Sambodo, saat meninjau kolam ikan dari program BKK di Desa Jerukgiling, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Rabu (2/3/2022).

HALO KENDAL – Program Pemerintah Kabupaten Kendal berupa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Berbasis Dusun terus dilakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev). Hal tersebut disampaikan Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, saat melakukan monev pemanfaatan dari penyaluran BKK bagi Desa Jerukgiling, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Rabu (2/3/2022).

Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Plt Kepala Dinas Kelautan dan Peringatan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, Forkopimcam Kaliwungu Selatan, serta Kepala Desa Jerukgiling.

BKK Berbasis Dusun, dimanfaatkan oleh pemerintah Desa Jerukgiling untuk membangun kolam ikan seluas 3×10 meter sebanyak dua unit, dengan total anggaran sebesar Rp 100 juta.

Bupati Kendal mengatakan, bahwa penyaluran BKK akan terus dilakukan pengawasan langsung oleh pemerintah dan wajib memiliki pembangunan yang bertujuan bagi kebutuhan masyarakat.

“Penyaluran BKK ini tentu saya harapkan dapat memberikan dampak pertumbuhan ekonomi bagi desa dan masyarakat setempat, pengawasan juga langsung saya lakukan agar pembangunan yang dilakukan benar dan tepat sasaran,” jelas Dico.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, di tahun 2022 terdapat anggaran BKK sebesar Rp 58 miliar, yang akan dialokasikan untuk kurang lebih 600 dusun.

“Sementara bagi desa/dusun yang belum mendapatkan BKK ini, akan diprioritaskan pada tahun 2023 nanti,” ungkap Dico.

Adapun hasil pembangunan Kolam Ikan desa Jerukgiling bekerja sama dengan pihak Bumdes, sehingga hasil dari kolam ikan dapat bermanfaat dan mampu memberikan lapangan pekerjaan di Desa.

Sementara usai melakukan monitoring dan mamantau hasil pembuatan kolam, Bupati menilai bahwa potensi Desa Jerukgiling dapat dikembangkan menjadi sektor wisata.

“Ini sangat bagus. Saya meminta kepada Pemerintah Desa Jerukgiling untuk merawat potensi yang ada di sini. Sehingga bisa dikembangkan menjadi destinasi desa wisata,” imbuh Dico.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, pemanfaatan BKK Berbasis Dusun di Desa Jerukgiling untuk membuat dua kolam ikan sangat tepat.

Menurutnya, di Desa Jerukgiling selain pertanian, juga mempunyai potensi perikanan. Hudi berharap, agar masyarakat desa tersebut juga bisa mencoba budi daya ikan jenis nila, gurame, juga bawal.

“Sementara ini dengan dana BKK kan kolamnya masih merintis. Ke depan kan bisa buat percontohan masyarakat di sekitar sana. Karena masyarakatnya belum banyak yang budi daya ikan. Kan ikan sebagai sumber protein, jadi perlu dibudi dayakan,” ungkapnya.

Hudi juga sependapat, bahwa di Desa Jerukgiling bisa dikembangkan untuk destinasi wisata. Terutama wisata sungai dan kolam pemancingan. “Ya di sini kan bagus pemandangannya. Saya setuju dengan pak Bupati, kalau di sini dijadikan objek wisata. Selain meningkatkan pendapatan desa juga pendapatan masyarakatnya melalui UMKM,” ujarnya.

Kepala Desa Jerukgiling, Abdul Gofur mengucapkan terima kasih atas penyaluran dana BKK untuk dusun di desanya. Menurutnya dengan BKK, bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dalam rangka memberdayakan warganya untuk perikanan.

“Terima kasih pak Bupati. Dengan penyaluran BKK berbasis dusun ini, bisa kami manfaatkan untuk budi daya ikan. Semoga ini bisa berkembang dan juga bisa menjadi objek wisata desa kami,” ujarnya.(HS)

UMKM Kota Solo Dilibatkan dalam Presidensi G20

Parpol Tak Taat Konstitusi, Gerindra Jateng: Bakal Ditinggal Pendukung