Prof Muladi Dimakamkan Di Taman Pahlawan Giri Tunggal Semarang

Prof Muladi.

 

HALO SEMARANG – Universitas Diponegoro berduka kehilangan salah satu guru besar terbaik dari Fakultas Hukum, Prof Dr H Muladi, SH. Beliau wafat di usia 77 tahun di RSPAD Gatot Soebroto pada hari Kamis 31 Desember 2020 pukul 06.45 WIB.

Prof Muladi lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 26 Mei 1943.

Gelar Sarjana Hukum (Hukum Pidana) diperoleh dari Universitas Diponegoro pada tahun 1968. Saat mahasiswa, almarhum aktif sebagai Anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), 1963-1968.

Selain juga sebagai Komandan Batalyon IV, Resimen Mahasiwa Semarang, 1964-1967.

Sebagai Guru Besar, Muladi aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa dan luar Jawa sejak tahun 1990. Beliau juga menjadi Pembina/Dosen Akademi Kepolisian RI, 1990-1995.

Sebagai seorang pakar hukum pidana, Muladi aktif menulis, terhitung ada sepuluh judul buku dalam bidang Hukum Pidana, Sistem Peradilan Pidana, dan Hak Asasi Manusia.

Dan juga telah menyampaikan ratusan Makalah Seminar di dalam dan luar negeri. Karir tertinggi di Universitas Diponegoro adalah dipercaya menjadi Rektor UNDIP periode tahun 1994-1998.

Beliau sangat aktif dan menduduki posisi strategis pada beberapa lembaga maupun organisasi, seperti Anggota MPR RI Fraksi Utusan Daerah pada tahun 1992-1994, Sekretaris Panitia Adhoc II Badan Pekerja MPR RI tahun 1997-1999, Wakil Ketua Dewan Penegakan Hukum dan Sistem Keamanan Nasional pada tahun 1998-1999, Anggota Komnas HAM pada periode tahun 1993-1998, dan beberapa lainnya.

Karir puncaknya, Prof Muladi dipercaya menjabat Menteri Kehakiman RI Kabinet Pembangunan VII pada Maret-Mei 1998, Menteri Kehakiman RI Kabinet Reformasi Pembangunan pada periode Mei 1998-Oktober 1999, Menteri Sekretaris Negara RI pada Mei-Oktober 1999, Direktur Institut Demokrasi dan Hak Asasi Manusia The Habibie Center pada periode tahun 1999-2002, dan Gurbernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI ke-14 periode tahun 2005-2011.

Karena prestasi dan dedikasinya, Muladi banyak mendapatkan penghargaan, di antaranya Bintang Mahaputra Adi Pradana Kelas II dari Presiden RI dan penghargaan Bintang Bhayangkara Utama dari Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono di tahun 2006.

Rektor Universitas Diponegoro Prof Dr Yos Johan Utama, SH Hum mengucapkan duka yang dalam atas kepergian salah satu guru besar terbaik Undip ini.

“Beliau tidak hanya sebagai guru, tetapi juga panutan bagi kita,” ungkap Prof Yos.

“Suara beliau yang tegas menyuarakan keadilan dan penegakan hukum mencerminkan kewibawaan dan kepeduliaan pada sesama. Sebagai pakar hukum pidana, beliau sangat berjasa dalam upaya penegakan hukum dan penyusunan perundangan melindungi hak asasi manusia,” pungkasnya.

Rencana almarhum Prof Dr H Muladi SH akan dimakamkan di TMP Giri Tunggal Semarang pada Kamis, 31 Desember 2020.

“Sehubungan Almarhum Prof Muladi mempunyai Bintang Maha Putra, atas permintaan pihak keluarga, Dandim Semarang mempersiapkan pemakaman di Makam Giri Tunggal, Semarang. Inspektur Upacara Pemakaman Prof Yos selaku Rektor Undip pukul 16.30,” kata Dosen FTIK USM, Saiful Hadi MKom.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.