in

Produksi Beras di Brebes Meningkat Signifikan, Mayoritas Dijual Keluar Daerah

Foto : Brebeskab.go.id

 

HALO BREBES – Produksi beras di Kabupaten Brebes, meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Tercatat peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) Tahun 2019 sebanyak 557.823 ton per tahun dengan konsumsi 177.830 ton pertahun.

Untuk tahun 2020 produksi GKG sebanyak 569.517 ton pertahun dan konsumsi 173.557 ton pertahun. Adapun tahun 2021 diprediksi produksi GKB bisa meningkat lagi menjadi 571.677 ton pertahun dengan konsumsi 174.939 ton pertahun.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, Ir Yulia Hendrawati MSi, berkaitan dengan pemberian penghargaan Abdi Bakti Tani 2021, dari Kementerian Pertanian, sejumlah kepala daerah, termasuk pada Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH.

Penghargaan diserahkan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (13/9) lalu.

Lebih lanjut Yulia mengatakan, sebagian besar produksi gabah di Brebes dijual ke luar daerah. “Gabah yang dihasilkan para petani Brebes, dikonsumsi masyarakat Brebes hanya 30 persen. Adapun 70 persen sisanya dikonsumsi masyarakat di luar Kabupaten Brebes,” ungkap Yulia, seperti dirilis Brebeskab.go.id.

Produk unggulan lainnya di Brebes berupa bawang merah, dengan produksi di tahun 2019 sebanyak 308.858,60 ton pertahun dengan konsumsi 5.065,47 ton per tahun. Di tahun 2020 produksi bawang merah sebanyak 401.615,50 ton pertahun, dengan konsumsi sebesar 5.540,53 ton pertahun.

Kemudian untuk cabai merah, produksi tahun 2019 sebanyak 20.146,90 ton pertahun dengan konsumsi 5.414,62 ton pertahun. Untuk tahun 2020, produksi cabai merah sebesar 27.358,20 ton pertahun dengan konsumsi 5.922,4 ton pertahun.

Untuk peningkatan produktivitas produk hasil-hasil pertanian DPKP berbagai inovasi, di antaranya melakukan gerakan sergap mandiri, bela beli Cabai ASN, beras ASN, modernisasi alat dan peningkatan indek pertanaman 400 (IP 400).

Untuk IP400 total tanaman padi yang digarap seluas 302 hektar di 5 kecamatan, yakni Kecamatan Kersana, Ketanggungan, Banjarharjo, Tonjong dan Paguyangan.

Upaya pengendalian hama tanaman, antara lain dengan pembuatan rumah burung hantu (Rubuha), membuat pestisida alami yang ramah lingkungan, dengan bahan dasar sisa tanaman baik buah maupun daun.

“Kami juga memasang CCTV pemantauan budidaya Padi di Desa Kradenan, Kersana,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penghargaan kepada Bupati Brebes, merupakan apresiasi Pemerintah Pusat atas kinerja Pemkab Brebes, yang telah berkontribusi dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan nasional dan ketangguhan pertanian dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Pemberian penghargaan juga sebagai rangkaian peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2021 yang jatuh pada 24 September 2021 mendatang.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, menyampaikan ucapan syukur atas penghargaan yang diterima Kabupaten Brebes. “Alhamdulillah Brebes mendapatkan penghargaan pertanian. Namun sebenarnya, ini penghargaan buat masyarakat Brebes khususnya para petani, yang terus gigih memproduksi hasil pertanian,” kata Idza Priyanti, setelah menerima penghargaan di Istana Wakil Presiden RI, Jalan Merdeka Selatan Nomor 13 Jakarta Pusat, Senin (13/9).

Idza mengaku bangga dengan kegigihan para petani Brebes yang tangguh menghadapi pandemi Covid-19, bahkan terjadi peningkatan produksi padi tertinggi sepanjang 2019-2020. Petani Padi di Brebes terbukti mampu berkontribusi terhadap ketersediaan pangan nasional hingga 70 persen dari hasil produksi padi di Brebes.

Idza berharap, kegigihan petani tak luntur termasuk minat generasi muda Brebes untuk menggeluti bidang pertanian juga terus termotivasi. Petani milenial, kata Idza, telah menggunakan teknologi pertanian sehingga tidak sepenuhnya menggunakan tenaga manusia. Pertanian di Brebes alih teknologi, alat-alat mesin pertanian sudah banyak dikuasai oleh petani-petani muda.

“Petani milenial, sudah menggunakan komputer, teknologi informasi dan komunikasi, dan juga mesin-mesin modern sehingga mampu meningkatkan hasil produksi,” tandas Idza.

Sebelumnya, sebanyak 9 Gubernur dan 10 Bupati, menerima Penghargaan Abdi Bakti Tani 2021 dari Kementerian Pertanian. Para penerima penghargaan adalah Gubernur Lampung, Jawa Timur, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Sulawesi Utara.

Adapun untuk pemkab, diberikan kepada Bupati Brebes, Bintan, Cilacap, Kota Baru, Deli Serdang, Ngawi, Oku Timur, Gresik, Kota Waringin Barat dan Bupati Semarang. Penghargaan diserahkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Dalam sambutannya Wapres sangat senang dengan dunia pertanian karena mampu menyerap tenaga kerja paling banyak.

 

Untuk itu, Kiai Ma’ruf berpesan kepada seluruh Kepala Daerah untuk berpihak kepada dunia pertanian, karena dia melihat peningkatan kesejahteraan petani masih menjadi PR bagi pemerintah.

Ketangguhan sektor pertanian merupakan kerja keras dari petani dan sumbangsih pemerintah dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Di masa pandemi dan masa-masa berikutnya, mengajarkan kita untuk berpikir kreasi guna menciptakan terobosan terobosan. Pemerintah pusat dan daerah untuk merumuskan kebijakan fasilitasi, memberikan kontribusi untuk pembangunan pertanian nasional

“Terus berpacu untuk meningkatkan produksi pertanian Indonesia, dengan bersinergi, produktif dan disiplin,” tandas Wapres. (HS-08)

Share This

Kelurahan Tegalsari Jadi Sasaran Kegiatan TMMD Sengkuyung di Kota Tegal

Jalan Desa Bulak Pelem Kabupaten Pekalongan Diaspal Dalam TMMD