Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Prihatin Mewabahnya Virus Corona, Dua Dokter Kecantikan ini Buat Video Edukasi untuk Masyarakat

Dua dokter kecantikan dr Irma dan dr Silvy memberikan penjelasan kepada kliennya di Klinik The Premiera Skin and Body Care Semarang, (4/2/2020).

 

 

HALO SEMARANG – Waspadai wabah Virus Corona atau Novel Coronavirus (2019-nCov) yang baru-baru ini menggemparkan dunia kesehatan, dokter-dokter dari The Premiera Skin and Body Care Semarang ikut memberikan penjelasan dan tanggapan mengenai wabah virus tersebut.

Ditemui di Klinik The Premiera Skin and Body Care di Jalan Mayjen Sutoyo No 39 Semarang, (4/2/2020), dr Irma dan dr Silvy menjelaskan, bahwa mereka dan tim bekerja sama untuk research dan membuat video edukasi wabah virus Corona. Tujuannya sebagai salah satu media edukasi masyarakat dan sebagai bentuk kepedulian klinik The Premiera Skin and Body Care kepada perkembangan dunia kesehatan khususnya di Kota Semarang.

Menurut dr Irma, video yang sudah dipublikasikan sehari sebelumnya melalui Instagram TV @PremieraSkinCare tersebut akan terus disebarluaskan melalui media sosial.

Dalam video tersebut kedua dokter muda tersebut menjelaskan secara singkat tentang wabah virus Corona, mulai dari apakah itu virus Corona, dari mana asal virus tersebut, cara penularan, bagaimana gejala penyebaran, serta cara untuk mencegah virus tersebut menyebar.

Seluruh tim klinik terutama Beauticians The Premiera Skin and Body Care juga ikut aktif memberikan edukasi kepada pasien-pasien saat setelah treatment agar selalu rutin perawatan, menjaga kebersihan kulit, dan menjaga daya tahan tubuh serta kesehatan secara keseluruhan.

“Saat ini, video sudah diposting di IG TV kami sebagai bentuk edukasi kepada seluruh masyarakat. Kami juga broadcast melalui Whatsapp kepada seluruh customer-customer The Premiera Skin and Body Care,” tutur dr Irma.

Dalam kesempatan tersebut, dr Irma menjelaskan bahwa virus Corona merupakan suatu kelompok virus terbaru yang menyerang saluran pernapasan sejenis dengan virus SARS dan MERS yang bisa menyerang manusia, hewan mamalia, dan burung.

Dirinya juga menambahkan bahwa sampai saat ini, pengobatan atau vaksin virus tersebut masih belum ditemukan.

“Pertama kali virus Corona ini ditemukan di Wuhan, China. Di situ terdapat pasar yang menjual berbagai macam hewan yang jarang dikonsumsi manusia,” tutur dr Silvy.

Penularan virus Corona tersebut melalui kontak langsung dari manusia ke manusia atau lewat udara. “Tapi pertama kali disebarkan oleh hewan ke manusia,” Imbuhnya.

Berdasarkan fakta dan berita yang telah viral sebelumnya, virus Corona ini menyerang saluran pernapasan dan gejalanya hampir sama dengan flu namun dapat memburuk dengan cepat.

“Jadi, memang gejalanya itu seperti flu pada umumnya, masa inkubasi atau gejala timbul dari virus yang masuk ke tubuh hingga keluar gejala kurang lebih 7-14 hari, kemudian mulai keluar gejala seperti demam, pilek, batuk, radang tenggorokan dan sesak napas,” kata dr Silvy.

Menurutnya tentang cara pencegahan wabah virus Corona ini secara singkat ada 3, yaitu mencuci tangan, setiap keluar rumah dapat menggunakan masker untuk menutupi hidung dan mulut, serta terus menjaga daya tahan tubuh.

“Kami berharap informasi tentang wabah virus Corona ini terus disebarluaskan agar masyarakat Indonesia khususnya di Semarang lebih memahami dan terhindar dari virus yang berbahaya tersebut,” tandasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang