in

Pria di Semarang Nekat Tusuk Leher Kakak Iparnya Gegara Tak Terima Istrinya Dilecehkan

Rilis kasus pria tusuk kakak iparnya gegara istri dilecehkan, di kantor Polsek Ngaliyan, Jumat (23/2/2024).

HALO SEMARANG – Seorang pria bernama Adi Hermawan (25) nekat menusuk leher kakak iparnya yakni Denny Kurniawan (31), diduga karena tak terima istrinya dilecehkan. Peristiwa itu terjadi di rumah korban di Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang pada Kamis (22/2/2024) dini hari.

Kini korban mengalami lima luka tusukan dan masih menjalani perawatan di rumah sakit. Kapolsek Ngaliyan, Kompol Indra Romantika mengatakan, kejadian itu bermula saat istri pelaku memberi tahu aksi pelecehan yang dilakukan korban.

“Korban ini masih ada hubungan saudara, istilahnya saudara ipar. Motifnya pelaku sakit hati karena istrinya mohon maaf dilecehkan oleh korban,” ujarnya saat ditemui awak media di kantornya, Jumat (23/2/2024).

Saat ini, korban masih menjalankan perawatan di RS Tugurejo. Sementara, pelaku Adi bercerita bahwa dia mendadak dihubungi istrinya saat sedang bekerja. Dia mengatakan istrinya menangis ketakutan karena dilecehkan oleh korban.

Menurut pelaku, kasus pelecehan itu dikakukan Denny saat istri Adi tengah tertidur. Saat itu keduanya berada di rumah mertua Adi. Ia yang sedang bekerja langsung meminta izin untuk pulang. Dia ingin meminta penjelasan terkait apa yang dilakukan Denny.

“Katanya itu dilecehkan, dipegang-pegang alat kelaminnya. Terus saya pulang, langsung saya ke rumahnya Denny itu saya gedor,” lanjutnya.

Sayangnya, penjelasan Denny tak membuat Adi puas. Dia juga semakin emosi saat mengetahui bahwa ibu mertuanya pernah diperlakukan hal yang sama.

“Nah ternyata dulu itu pernah kejadian mertua saya juga, makanya saya langsung emosi saat istri saya bilang ibunya dulu juga pernah diperlakukan sama, tapi ibu nggak bilang,” jelas Adi.

Saat itu juga Adi langsung melakukan penikaman. Tercatat, korban mendapat satu luka sayatan dan lima tusukan.

Tak berselang lama pihak korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan pelaku berhasil ditangkap. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 354 ayat 1 subsider pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman maksimal pidana 8 tahun penjara.(HS)

Durian dari Semarang Berpeluang Jadi Komoditi Ekspor

Mendekati Ramadan, Tradisi Dugderan yang Selalu Dinanti