Presiden: Pandemi Covid Tunjukkan Berbagai Kelemahan yang Harus Segera Diperbaiki

(Foto : presidenri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Pandemi Covid-19 saat ini menunjukkan berbagai kelemahan yang harus segera diperbaiki. Pandemi ini sekaligus menjadi momentum untuk melakukan reformasi sistem kesehatan.

“Karena itu, situasi sulit yang sedang kita hadapi, digunakan sebagai momentum untuk melakukan transformasi, termasuk dalam reformasi sistem kesehatan di negara kita,” kata Presiden Joko Widodo, pada peringatan HUT Ke-70 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), sebagaimana dilansir dalam presidenri.go.id, Sabtu (24/10).

Lebih lanjut Presiden mengatakan, reformasi di bidang kesehatan itu, di antaranya dapat dimulai dari sisi pencegahan. Orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat, adalah prioritas utama di mana dukungan dari sektor nonkesehatan, kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, serta dukungan dari organisasi sosial keagamaan sangat dibutuhkan.

Pada saat yang sama, penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, pengembangan rumah sakit, dan balai-balai kesehatan, serta industri obat-obatan dan alat-alat kesehatan di Tanah Air, harus terus dilakukan.

Selama pandemi ini misalnya, telah banyak inovasi yang dikembangkan oleh para peneliti dan inovator di dalam negeri. “Rapid diagnostic test, emergency ventilator, mobile lab biosafety yang dilengkapi dengan PCR, penggunaan artificial intelligence untuk penegakan diagnosis Covid-19, dan aplikasi Covid Track untuk membantu dokter memantau mobilitas pasien, serta kita mempercepat clinical trial dan produksi massal vaksin merah putih,” tuturnya.

Pandemi ini juga sekaligus menjadi momentum bagi penguatan ketahanan kesehatan dan kapasitas pelayanan kesehatan nasional. Cara-cara luar biasa, harus segera dilakukan untuk menangani berbagai persoalan terkait kesehatan masyarakat mulai dari penyakit menular, penyakit tidak menular, hingga prioritas pada penurunan angka stunting di Tanah Air.

Ini juga kesempatan bagi para generasi muda dokter, utamanya dokter spesialis, untuk ikut meningkatkan kualitas kesehatan di seluruh pelosok negeri.

“Karena itu saya berharap agar IDI menjadi bagian dalam gerbong reformasi sistem kesehatan. Keberhasilan reformasi ini tidak ditentukan oleh kerja pemerintah semata, tapi memerlukan dukungan penuh dari organisasi profesi dan juga masyarakat. Saya yakin dengan semangat kolaborasi maka transformasi sistem kesehatan akan bisa kita lakukan dan segera membawa manfaat pada masyarakat menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera,” kata Presiden.

Sementara itu terkait HUT Ke-70 IDI, Presiden Joko Widodo melihat bahwa perjuangan dan peranan IDI, tidak hanya sebatas pada memadukan segenap potensi dokter Indonesia dan mengembangkan iptek kedokteran, tetapi juga meningkatkan derajat kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.

Peran besar tersebut, tentunya membutuhkan dukungan penuh dan kerja sama erat banyak pihak, agar IDI dapat mencapai tujuannya itu.

“Saya yakin dalam perjuangan panjang itu, IDI tidak bisa sendirian. IDI berada dalam ekosistem, yang di dalamnya ada lembaga pendidikan, ada profesi-profesi lain, ada industri, dan sebagainya. Ini memerlukan sinergi dan kerja sama yang erat sehingga apa yang menjadi tujuan IDI akan bisa tercapai,” ujar dia.

Ketika bekerja dalam ekosistem tersebut, egosentrisme lembaga-lembaga jelas harus dihilangkan. Semua lembaga terkait, harus mampu bekerja sama dan bergandeng erat dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

Pada akhir sambutan, Kepala Negara menyampaikan salam bagi para dokter yang tengah bertugas di tempat-tempat yang sulit terjangkau di pelosok Tanah Air serta yang saat ini sedang berjuang untuk merawat pasien-pasien Covid-19.

“Untuk semua dokter yang tergabung pada Ikatan Dokter Indonesia, selamat ulang tahun yang ke-70. Tetaplah menjadi penjaga harapan, berjuang untuk kemanusiaan,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.