Presiden Jokowi Pastikan Distribusi Vaksin Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

 

HALO SEMARANG – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan bahwa distribusi vaksin Covid-19 di Indonesia, bisa merata hingga ke daerah pelosok Tanah Air.

Hal itu disampaikan Kepala Negara, seusai meninjau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 di Kantor Camat Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Kamis (24/3). Kunjungannya ke lokasi itu, dilakukan setelah Presiden Jokowi meresmikan terminal Bandar Udara Kuabang.

“Kenapa saya datang ke Kecamatan Kao ini ? Saya ingin memastikan distribusi vaksin itu merata sampai ke pelosok, sampai ke daerah yang sulit jangkauannya,” kata dia, seperti dirilis Setkab.go.id.

Presiden Jokowi tiba di Kantor Camat Kao sekitar pukul 13.10 WIT atau 11.10 WIB, langsung disambut oleh Camat Kao Melkianus Laranga beserta Kepala Dinas Kesehatan setempat.

Selanjutnya, Presiden tampak meninjau seluruh jalannya proses vaksinasi, yang bermula dari registrasi ulang peserta hingga penyuntikan vaksin dan observasi.

Sebanyak 100 orang turut serta mengikuti vaksinasi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Ini sudah dimulai hari ini. Nanti setiap hari 100 orang, 100 orang, 100 orang di Kecamatan Kao, yang penduduknya kurang lebih 9.400 jiwa, dan sudah dimulai untuk pelayan petugas publik, juga petani, dan pedagang pasar,” ungkap Presiden.

Presiden meyakini, jika setiap daerah dapat melakukan hal yang sama, laju penyebaran Covid-19 akan dapat ditekan.

“Kalau semua daerah bisa menggerakkan seperti ini sampai di tempat terpencil, saya kira penyebaran Covid-19 dan laju penyebarannya bisa kita kurangi dan kita hentikan,” ujarnya.

Mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba.

Peresmian Bandara

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan terminal Bandar Udara (Bandara) Kuabang yang terletak di Desa Jati, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Rabu (24/03).

Bertolak dari Pangkalan TNI Angkatan Udara, Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 07.00 WIB, Presiden tiba di Bandara Kuabang sekitar pukul 12.15 WIT (atau pukul 10.15 WIB) dan langsung menuju ke lokasi peresmian.

“Saya sangat menyambut baik. Alhamdulillah terminal penumpang di Bandara Kuabang ini telah siap dipergunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara dan sekitarnya,” kata Presiden saat memberikan sambutan.

Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), terminal penumpang Bandara Kuabang yang dibangun dengan anggaran APBN sekitar Rp 50,82 miliar ini memiliki luas 3.500 meter persegi dan dapat menampung hingga 160 ribu penumpang per tahun.

Di Bandara Kuabang, terdapat landasan sepanjang 2.400 x 30 meter, landasan hubung (taxiway) 100 x 23 meter, landasan parkir (apron) 157 x 72 meter, dan mampu menampung sebanyak 3 pesawat jenis ATR dan 1 pesawat boeing.

Dengan adanya bandara ini, Presiden mengharapkan akan memicu perekonomian daerah sekitar.

“Kita harapkan nanti akan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar bandara ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara juga memerintahkan Menteri Perhubungan (Menhub) agar frekuensi penerbangan yang terganggu akibat dampak dari pandemi dapat ditingkatkan kembali.

Jika sebelumnya, terdapat dua penerbangan ditambah satu pesawat carter, dampak dari pandemi hanya beroperasi layanan carter.

“Pagi hari ini, saya perintahkan kepada Pak Menteri Perhubungan dan Dirjen untuk di Airport Kuabang ini agar secepatnya diusahakan paling tidak minimal seminggu dua kali flight menuju ke sini. Sehingga, sekali lagi nanti pada keadaan normal tidak mbuka-nya terlalu kenceng, sudah ada tahapan dua kali seminggu, kemudian baru naik lagi ke keadaan normal yaitu tiga kali sehari,” tandasnya.

Menurut informasi dari Kemenhub, Bandara Kuabang berfungsi sebagai alternatif dari Bandara Sultan Babullah di Ternate, yang berlokasi dekat dengan daerah Sofifi, sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara.

Lokasi Bandara Sultan Babullah Ternate yang berdekatan dengan Gunung Gamalama dan Gunung Dukono yang sangat aktif, kerap kali mengalami gangguan operasional penerbangan, akibat sering terjadinya letusan kedua gunung tersebut.

Posisi Bandara Kuabang yang berjarak 85 kilometer dari Sofifi dinilai sangat strategis dan tidak terdampak letusan dari kedua gunung tersebut, untuk itu dilakukan pengembangan pada bandara ini.

Bandara ini merupakan salah satu pintu masuk melalui udara di Kabupaten Halmahera Utara. Keberadaan bandara ini sangat penting untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas dari dan ke Kabupaten Halmahera Utara, yang memiliki sejumlah destinasi wisata alam dan bahari andalan, di antaranya Pantai Luari, Taman laut Tupu-Tupu, Taman laut Tagalaya, Taman laut Pawole, Laguna Tagalaya, Pulau Kakara, Pulau Bobale, Pulau-pulau kecil Loloda, dan Pantai Panamboang.

Selain itu, bandara ini juga berpotensi melayani orang dan barang, untuk mendukung operasional pertambangan emas di daerah Gosowong. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.