Presiden : Birokrasi Indonesia Paling Rumit di Dunia

(Foto : presidenri.go.id)

 

HALO SEMARANG –Indonesia, Juni lalu ditempatkan dalam posisi nomor satu dalam Global Complexity Index. Ini bukan posisi yang bagus, karena berarti regulasi dan birokrasi di negeri ini dinilai paling rumit di dunia dan dapat menghambat perkembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo, saat memberikan sambutan secara virtual pada peringatan HUT Ke-56 Partai Golkar, seperti dirilis presidenri.go.id.

Karena itulah, menurut Presiden upaya untuk reformasi struktural, membenahi regulasi, dan birokrasi secara besar-besaran mendesak untuk dilakukan.

Kepala Negara menegaskan, walaupun saat ini sedang ada pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, namun tidak menghambat upaya pemerintah untuk melakukan reformasi struktural.

“Tatkala banyak negara maju mengalami kemunduran, justru saatnya bagi Indonesia untuk melakukan lompatan-lompatan kemajuan,” tegasnya.

Menurut Presiden, hal tersebut merupakan semangat dari berbagai kebijakan pemerintah, termasuk Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Reformasi Struktural ini dimaksudkan agar usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah berkembang pesat, serta industri padat tenaga kerja tumbuh pesat.

“Kita mengganti izin usaha dengan hanya pendaftaran untuk UMKM, kita permudah pendirian PT dengan modal minimal dan tidak ada pembatasan, juga koperasi bisa didirikan hanya dengan sembilan orang, sertifikasi halal bagi UMK kita gratiskan dibiayai oleh APBN, dan lain-lain,” ungkapnya.

Menurut dia, semua upaya itu agar perekonomian rakyat segera cepat bergerak, UMKM segera tumbuh, dan peluang kerja segera bertambah luas.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Partai Golkar yang secara bersungguh-sungguh mendukung transformasi fundamental yang sedang dilakukan saat ini.

Presiden meyakini bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun yang penuh peluang, merupakan tahun pemulihan ekonomi nasional dan pemulihan ekonomi global.

Menurutnya, ini adalah saat yang tepat untuk kembali bekerja, kembali mengembangkan usaha, dan membuka lapangan kerja bagi jutaan pencari kerja Indonesia.

“Saya sangat optimistis kita akan mampu memanfaatkan peluang tersebut. Pandemi memang menyulitkan kita, tetapi juga membuka peluang kita. Dengan catatan, kita bisa lebih cepat dibandingkan negara lain dan kita lebih efisien dibandingkan bangsa lain,” tandasnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.