Presiden : Bhinneka Tunggal Ika Jadi DNA Bangsa Indonesia

Presiden Jokowi memberikan sambutan secara virtual pada Peringatan Dharma Santi Nasional Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943. (Foto: Setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Candi Prambanan yang bercorak Hindu, berada berdampingan dengan Candi Sewu yang bercorak Buddha, menggambarkan bahwa toleransi dan hidup berdampingan antarumat beragama, sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak dulu.

“Bhinneka Tunggal Ika merupakan DNA bangsa Indonesia,” tegas Presiden Jokowi, saat memberikan pesan Dharma Santi Nyepi Nasional secara virtual, Sabtu (27/3).

Dharma Santi Nasional, merupakan puncak peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943, yang dipusatkan di Candi Prambanan, Yogyakarta.

Presiden Jokowi menilai, pemilihan lokasi peringatan di Prambanan tepat, karena menunjukkan bahwa umat Hindu, senantiasa menjaga warisan budaya bangsa dan menjaga mahakarya Nusantara.

Presiden juga mengapresiasi umat Hindu, yang dalam menjalankan dharma selalu menyatu dengan adat dan budaya adiluhung.

Menurut Presiden, Candi Prambanan yang merupakan warisan bersejarah ini, juga sangat tepat dijadikan salah satu sumber pembelajaran nilai-nilai luhur bangsa, kemajuan riset, dan ilmu pengetahuan.

“Juga dapat dikembangkan dan dikemas secara profesional, sebagai tujuan destinasi wisata, yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik dan mancanegara, untuk lebih mengenal dan mencintai peninggalan bersejarah bangsa ini,” kata Presiden, seperti dirilis Kemenag.go.id.

Candi Prambanan sudah mendapat pengakuan dari Unesco sebagai situs warisan dunia. Candi Prambanan, seperti halnya Candi Borobudur, adalah mahakarya yang membuktikan kemampuan dan keunggulan bangsa di masa lalu. Pengembangan Candi Borobudur secara profesional termasuk dalam bidang pariwisata diyakini akan memberikan banyak keuntungan.

“Ini tentunya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat, dan khususnya masyarakat sekitar candi,” sambungnya.

Optimistis

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, juga sangat mendukung upaya untuk menjadikan Candi Prambanan, sebagai pusat kegiatan ritual, spiritual dan budaya.

Menag Yaqut optimistis, jika Candi Prambanan dirawat dan sekaligus dijadikan tempat kegiatan ritual, spiritual, dan budaya, maka ada dua keuntungan yang akan didapatkan.

Pertama, kelestarian cagar budaya bisa lebih terjaga. Kedua, kunjungan wisata yang juga akan lebih meningkat karena daya tarik candi yang semakin kuat dengan adanya sentuhan ritual, spiritual, dan budaya.

“Apalagi, jika suasana kehidupan raja-raja dan kaumnya pada abad ke-10 bisa dimunculkan di sekitar candi,” tutur Gus Menteri, panggilan akrabnya.

Menag berharap pada peringatan Nyepi 2021 yang mengusung tema “Kolaborasi Dalam Harmoni Menuju Indonesia Maju” ini, umat Hindu menjadikan ajaran “Tri Hita Karana” sebagai inspirasi bagi umat Hindu untuk selalu menjaga harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Nyepi hakikatnya implementasi dari ajaran Tri Hita Karana itu yang merupakan ciri khas Hindu di Indonesia.

“Selamat Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943 kepada seluruh Umat Hindu di manapun berada semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan kedamaian,” ujar Menag. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.