in

Pratama Arhan Direkrut Klub Jepang, Ini Sosok Pelatih Yang Menemukan Bakatnya

Pratama Arhan dan M Irfan.

BINTANG muda Timnas Indonesia dan PSIS, Pratama Arhan sedang menjadi buah bibir di kalangan sepak bola nasional, setelah resmi direkrut klub Jepang untuk bergabung dengan Tokyo Verdy yang berkompetisi di J2 League. PSIS sebagai klub sang pemain, juga telah resmi melepas Pratama untuk mengarungi karier baru di negeri orang.

Namun tak banyak yang tahu, bahwa ada sosok penting yang menemukan bakatnya setelah Pratama Arhan mentas dari sekolah sepak bola (SSB) di Blora. Sosok tersebut adalah M Irfan, mantan gelandang PSIS, PSS, PSIM Yogyakarta, dan beberapa klub lain di liga Indonesia. M Irfan dan SSB Terang Bangsa Semarang lah penemu bakat bek kiri andalan Timnas Indonesia tersebut.

Kala itu, Irfan sebagai pelatih Akademi BJL Terang Bangsa membina Pratama Arhan pada tahun 2017-2019. Sang pemain juga sempat berlaga di Piala Soeratin U-17 pada tahun 2018. Tahun 2019, Pratama Arhan dan delapan pemain muda lainnya dari Akademi BJL Terang Bangsa, dititipkan Irfan ke Pro Akademi PSIS di Semarang.

“Ada beberapa pemain yang saya titipkan ke Pro Akademi PSIS yang ditangani rekan saya di PSIS, Coach Khusnul Yakin dan Coach M Ridwan. Selain Arhan ada juga Irfan Jauhari (Persija) dan Adhitya Jorry Guruh (PSIS) serta beberapa pemain lain. Karena kami percaya, anak-anak ini akan jadi pemain besar jika ditangani oleh orang dan manajemen yang tepat,” katanya.

Sejak melatih Arhan, Muhammad Irfan nama asli M Irfan mengaku sudah yakin jika anak asuhnya itu akan bersinar di sepak bola Indonesia.

“Arho (Arhan sapaan akrab Pratama Arhan-red) sekarang sudah menjadi pemain besar dan menjadi pembicaraan di kancah sepak bola Indonesia. Ini hasil kerja keras dia dan saat ini dia memetik buah dari proses. Dia sejak di akademi sudah menarik perhatian kami di jajaran pelatih, karena setelah latihan Arhan menambah porsi latihan sendiri,” kata M Irfan yang lahir di Tegal, 1 Januari 1982.

Sejak tampil di level yunior, Pratama Arhan menurut Irfan memiliki attitude yang sangat baik. Di usia sekitar 16 hingga 17 tahun, kala itu Pratama Arhan juga memiliki bakat serta kemauan untuk maju.

“Sebuah berkah dari hasil disiplin dia, dari hasil ketekunan dia, dari hasil kerja keras dia. Dia punya tekad menjadi pemain profesional dengan selalu menambah porsi latihan usai program latihan kami selesai,” ucapnya.

“Arho ini, mempunyai sikap unggul di atas rata-rata pemain seusianya kala itu. Dan saya pribadi tidak kaget dengan pencapaian Arho seperti sekarang. Pesan saya, jaga profesionalitas, jaga attitude meski sudah menjadi pemain bintang, ingat ibadah, hormat kepada orang tua, dan tetap hormati kawan maupun lawan di lapangan,” pesan pria yang saat ini menukangi Persak Kebumen dan berlaga di Liga 3 Nasional.

Free Transfer

Sebagai informasi, pemain muda Timnas Indonesia dan PSIS, Pratama Arhan Alif Rifai resmi bergabung ke klub kasta kedua Liga Jepang, Tokyo Verdy. Arhan yang lahir di Kabupaten Blora, 21 Desember 2001 tersebut juga sudah diperkenalkan oleh ofisial Tokyo Verdy sebagai pemain baru mereka.

Yoyok Sukawi selaku Chief Executive Officer (CEO) PSIS menjelaskan, sesuai komitmen PSIS, Pratama Arhan dilepas oleh PSIS ke Tokyo Verdy tanpa biaya transfer atau fee transfer. Hal ini sebagai wujud dukungan PSIS kepada pemain berbakatnya untuk berkarir di luar negeri yang muaranya dapat menghantarkan prestasi bagi Timnas Indonesia.

“Hari ini dengan rasa bangga dan senang, kami umumkan kalau wonderkid PSIS jebolan Akademi PSIS, Pratama Arhan resmi kami lepas ke klub Jepang Tokyo Verdy,” ujar Yoyok Sukawi di Semarang, Rabu (16/2/2022).

“Sesuai komitmen PSIS, Arhan kami lepas tanpa fee satu rupiah pun. Ini demi karir Arhan. Hal ini juga sebuah kebanggaan untuk PSIS karena jebolan akademinya bisa dilirik ke klub Jepang,” lanjutnya.

Yoyok Sukawi juga menjelaskan bahwa Arhan yang lahir di Kabupaten Blora sendiri selama berkarir di luar negeri tetap menjadi bagian PSIS, dengan status sebagai brand ambassador klub untuk membantu promosi nama PSIS di kancah internasional.

“Arhan selama berada di luar negeri tetap menjadi brand ambassador PSIS dengan harapan mampu mempromosikan nama PSIS di kancah internasional. Tak hanya itu, antara kami PSIS, kemudian Arhan, dan agen Arhan telah sepakat mau sejauh mana Arhan bermain di luar negeri, saat kembali di Indonesia, Arhan kembalinya ke PSIS sebagai rumah yang telah membesarkan Arhan selama ini. Selamat Arhan, sukses selalu di Jepang dan apa yang dicitakan selalu tercapai,” pungkas Yoyok Sukawi.(HS)

 

 

 

Ada 555 Lapak Kosong di Pasar Johar Baru yang Terancam Disegel 

Warga Ngampel Minta Penanganan Sungai Blorong untuk Antisipasi Banjir