Prabowo dan Florence Bahas Kemitraan Pertahanan Indonesia-Prancis

Pertemuan Prabowo dan Menhan Prancis Florence Parly, di Kantor Kementerian Pertahanan Prancis, di Paris beberapa waktu lalu. (Foto : kemhan.go.id)

 

HALO SEMARANG – Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, membahas pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, di Kantor Kementerian Pertahanan Prancis, di Paris beberapa waktu lalu.

Pada pertemuan tersebut, Menhan RI didampingi Dubes RI Arrmanatha Nasir, Asisten Khusus Menhan RI, dan Atase Pertahanan RI.

Dalam pertemuan, kedua Menhan membahas perkembangan situasi dan dinamika kawasan Indo-Pasifik. Prancis menaruh perhatian khusus terhadap kawasan Indo-Pasifik. Hal itu karena selain alasan teritorial, 1.6 juta warga Perancis juga berada di Kawasan Indo-Pasifik.

Dalam konteks ini, kedua Menteri menegaskan pentingnya untuk terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Kedua Menhan secara khusus membahas kerangka kerja sama pertahanan ke depan. Berbagai kemajuan yang telah dicapai dalam mempererat kerja sama pertahanan kedua negara tahun ini, termasuk dalam upaya memajukan industri pertahanan Indonesia, disambut baik oleh Prabowo dan Florence Parly.

“Saya mencatat kemajuan yang cukup pesat dari kemitraan strategis Indonesia-Prancis di bidang pertahanan dalam setahun ini. Indonesia ingin terus mengembangkan kerja sama dengan Prancis di berbagai sektor pertahanan, termasuk dalam memperkuat alutsista TNI dan memajukan kapasitas industri pertahanan Indonesia sebagai bagian dari global production chain produk alutsista,” sebut Menhan Prabowo dalam pertemuan tersebut.

Seperti diketahui, dalam pertemuan bulan Januari lalu, kedua Menhan sepakat untuk membuat Perjanjian Kerja Sama Bidang Pertahanan (Defense Cooperation Agreement/DCA).

Perjanjian tersebut, akan memayungi kerja sama pertahanan secara komprehensif seperti kerja sama bidang pendidikan dan latihan militer, serta keamanan maritim.

Pemberantasan terorisme, pengembangan industri pertahanan, hingga penguatan kapasitas dalam penanganan bencana, seperti pandemi Covid-19 yang saat ini melanda kedua negara, juga masuk dalam pembicaraan tersebut.

Dalam kaitan ini, kedua Menhan meminta agar tim perunding dapat segera menyelesaikan DCA, untuk dapat ditanda tangani oleh kedua Menteri pada akhir tahun ini, sebagai bagian dari peringatan HUT ke-70 hubungan diplomatik kedua negara.

Pertemuan kedua Menteri Pertahanan yang kedua kalinya tahun ini, menunjukkan semakin intensifnya komunikasi dan kerja sama pertahanan kedua negara.

“Di tengah pandemi Covid-19, yang mengharuskan berbagai kegiatan tertunda, kerja sama Indonesia-Prancis dibidang pertahanan semakin erat, tidak saja terlihat dari intensitas komunikasi kedua Menhan namun juga dengan kegiatan kelompok kerja Strategic Defense Equipment cooperation yang sudah dua kali bertemu tahun ini,” tutup Dubes RI, Arrmanatha Nasir.

Kerja sama Indonesia-Prancis di bidang pertahanan, selama ini dilandaskan kesepakatan kedua negara pada tahun 2017, melalui Letter of Intent (LoI) atau Pernyataan Kehendak untuk peningkatan kerja sama pertahanan termasuk kerja sama kelautan dan keamanan maritim.

Setiap tahunnya, sejak 2013, kerja sama pertahanan bilateral di beberapa bidang seperti pelatihan dan pendidikan, saling kunjung, dan pemberantasan terorisme, dibahas melalui forum Dialog Pertahanan Indonesia-Prancis. (HS-08).

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.