in

PPKM Turun ke Level 3, Pemkab Sragen Akan Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Pekan Depan

Ilustrasi simulasi pembelajaran tatap muka. (Foto : Sragenkab.go.id)

 

HALO SRAGEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan menggelar simulasi pembelajaran tatap muka (PTM), Senin (6/9) mendatang. Rencananya, simulasi akan dilakukan mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, sekolah dasar, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bupati Sragen, dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mengatakan simulasi PTM dilaksanakan karena kasus Covid-19 di Sragen, mengalami penurunan cukup signifikan. Wilayah Bumi Sukowati, sejak 30 Agustus lalu juga sudah turun dari level empat ke level 3, dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Untuk PTM kami sudah siap. Nanti Insya Allah Senin kami mulai masuk, kita lihat,” kata Bupati, seperti dirilis Sragenkab.go.id.

Untuk teknis PTM, Bupati mengatakan bagi sekolah yang sudah siap, diberi keleluasaan untuk menggelar PTM. Hanya saja ada beberapa persyaratan yang memang harus dipenuhi.

Persyaratan dimaksud, antara lain kesiapan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan, seperti wastafel, pengecek suhu tubuh, hingga cairan hand sanitizer.

“Semua siswa dan guru diwajibkan tetap mengenakan masker dan jaga jarak mutlak harus dilakukan. Lalu kapasitas murid yang masuk per kelas maksimal 50%. Sarana prokesnya harus siap,” terangnya.

Bupati juga menegaskan selama PTM, murid harus diantar oleh orang tua, tidak boleh naik kendaraan umum.

“Nanti maksimal dibatasi. Kalau dipersentase maksimal 50% dari kapasitas kelas. Untuk TK dan PAUD hanya 5 anak yang masuk di kelas. Kemudian SD maksimal per rombel 15 siswa dan SMP 16 siswa. Dengan begitu otomatis rombel normal akan dimasukkan dua tahap sehingga anak hanya masuk 3 hari seminggu,” kata Bupati.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi, menyampaikan semua sekolah yang sudah siap boleh melaksanakan simulasi PTM.

Ia menjelaskan simulasi PTM yang dimulai Senin pekan depan itu bersifat dinamis, hanya bagi sekolah yang sudah siap.

“Kami menerjunkan tim untuk menginventarisasi sekolah-sekolah yang siap melaksanakan simulasi PTM,” kata Suwardi.

Suwardi menambahkan dalam simulasi PTM ini harus ada persetujuan orang tua. Dia menerangkan tidak semua orang tua mengizinkan anaknya ikut PTM karena masih khawatir dan sebagainya.

Meskipun ada simulasi PTM, pelayanan pembelajaran daring masih tetap dilayani.

“Inilah yang membedakan Sragen dengan daerah lain. Untuk simulasi sesuai kesiapan sekolah, bukan atas tunjukan Pemkab,” kata dia. (HS-08)

Share This

Pra-TMMD Reguler Ke 112,  TNI dan Warga Desa Majasto Sukoharjo Bangun Talut

Wamenkes Minta Pemda Percepat Vaksinasi Bagi Masyarakat Rentan