in

PPKM Level IV Diperpanjang, Begini Keluhan Para Pemilik Warung Makan

Warung Makan Tegal (Warteg) di Jalan Prof Sudharto, Banyumanik.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah resmi perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV hingga tanggal 2 Agustus 2021.

Keputusan itu dikeluhkan oleh sejumlah pemilik warung makan di Kota Semarang. Seperti yang diungkapkan oleh Joko (29), salah seorang pemilik Warung Makan Tegal (Warteg) di Jalan Prof Sudharto, Banyumanik. Ia mengaku penjualannya menurun semenjak PPKM Darurat ditetapkan 3 Juli lalu.

“Menurun daripada sebelum PPKM. Pembeli tidak boleh makan di tempat waktu itu. Meski ini sudah boleh makan di tempat tapi kan juga dibatasi,” ungkapnya ketika ditemui halosemarang.id di warungnya, Senin (26/7/2021).

Dikatakan, meskipun saat itu telah menolak pelanggan makan di tempat, kekhawatiran masih muncul apabila terdapat razia yang diselenggarakan Satpol PP.

“Setelah kejadian di Mijen itu saya takut kalau bapak-bapak Satpol PP lewat. Kalau ada bunyi sirine walaupun itu ambulans saya langsung takut,” ujarnya.

Serupa dialami oleh Hasan, pemilik kedai Bubur Kacang Hijau (Burjo) di Jalan Nakula kawasan Udinus Semarang. Pendapatannya menurun semenjak aktivitas perkuliahan dilakukan secara dalam jaringan (daring). Ditambah dengan berlangsungnya PPKM Darurat menjadi menurun sebanyak 50 persen.

“Ibaratnya saya dapat omzet sebelumnya Rp 1 juta, sekarang sehari paling Rp 500 ribu. Itu belum untuk belanja lagi, keuntungan yang kami dapat sangat mepet, hanya cukup untuk makan,” tuturnya ketika ditemui halosemarang.id di kedainya, Senin (26/7/2021).

Tidak hanya Joko dan Hasan, Adhi pemilik Rumah Makan Padang di Jalan Wonodri Raya juga mengaku penghasilannya menurun drastis sejak penerapan PPKM dilakukan.

“Anjlok sampai 70 persen, makan di tempat tidak boleh. Pelanggan sudah masuk niatnya mau makan, setelah baca tulisan tidak boleh makan di tempat mereka tidak jadi beli,” katanya.

Ia mengungkapkan, seharusnya ada bantuan yang diberikan oleh pemerintah untuk pedagang seperti dirinya.

“Ini makan di tempat cuma 20 menit, saya yakin pembeli pada tidak mau. Kalau bantuan tidak segera diberikan nasib kami mau bagaimana,” ungkap Adhi.(HS)

Share This

Seorang Pria Meninggal Dunia Usai Tenggelam Di Waduk Wasaslintang

Warung Bubur Ayam Legenda Gratiskan Makanan untuk Pasien Covid, Ganjar Ikut Borong untuk Dibagi