in

PPKM Level 3, Forum Penyelenggara Event di Kendal Meminta Kelonggaran

Pengurus Forpek Kendal saat audensi dengan bupati, Rabu (25/8/2021).

 

HALO KENDAL – Seiring status level 3, membuat Forum Penyelenggara Event Kendal (Forpek) berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk segera memberi kelonggaran agar usaha yang digeluti masing-masing pelaku usaha bisa hidup kembali.

Ketua Forpek, Musthakim mengatakan, hampir seluruh pelaku usaha penyelenggara event khususnya di Kabupaten Kendal kena dampak pandemi.

“Seperti pelaku usaha tenda dan alat pesta, tata rias, usaha sound system, foto dan video, dekorasi, catering dan veneu,” ujarnya, Jumat (27/8/2021).

Tak hanya itu, para pelaku seni, seperti pemain musik, penyanyi dan MC yang paling terdampak, karena selama pandemi tidak ada job sama sekali.

“Karena tidak ada pemasukan dari job event, maka banyak yang harus banting setir sebisanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, ada yang melaut dan menjadi tukang batu,” jelas Musthakim.

Dijelaskan, jika dikelompokkan ada tujuh sektor pelaku usaha terkait dengan penyelenggaraan event hiburan. Dari tujuh sektor tersebut, diperkirakan menampung 2.500 pelaku usaha yang tergabung dalam Forpek.

“Untuk itu kami berharap, agar segera diberi kelonggaran atas kebijakan pengetatan kegiatan selama pandemi Covid-19 berlangsung. Karena selama ini belum ada kebijakan atau solusi apapun supaya usaha kami bisa jalan kembali,” ungkap Musthakim.

Hal senada diungkapkan, Wakil Ketua Forpek, Irham Danu. Menurutnya, selama ini pelaku usaha event belum mendapatkan kebijakan yang solutif untuk bisa bergerak lagi.

Akibatnya banyak yang terpaksa menjual peralatan yang dimiliki, hanya sekadar untuk bertahan hidup, karena usahanya harus berhenti total yang berimbas pada kosongnya penghasilan.

“Karena tidak dilarang mengadakan event hiburan, para pelaku event banting setir pada usaha lain dan sebagian gulung tikar karena peralatannya terpaksa dijual,” ujarnya.

Danu berharap, pertemuan dengan bupati, ada solusi untuk para pelaku usaha penyelenggara event agar usahanya bisa bergerak lagi.

Ia juga berharap ada konsep tertentu dan juknis yang harus dilakukan, mulai dari pra hingga pasca event sesuai prokes, sehingga event bisa jalan, penanganan Covid-19 tetap jalan.

“Kami berharap ada angin segar dari pemerintah bagi para pelaku event di Kendal, mulai dari kegiatan berskala kecil hingga kegiatan besar berkonsep era new normal,” ungkap Danu.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, pada prinsipnya Disporapar dan Bupati Kendal sudah menerima usulan Forpek.

“Bapak Bupati meminta Forpek untuk menjadi organisasi atau wadah semua pelaku usaha event di Kendal. Selain itu juga harus bertanggung jawab penuh pada anggotanya,” ujarnya.

Menurut Wahyu, bupati juga berpesan, jangan sampai ada unsur kepentingan kelompok atau individu tertentu. Sehingga tidak ada yang akan menyalahgunakan kebijakan untuk keuntungan pribadi atau kelompok saja.

“Bapak bupati meminta kepada Forpek, untuk membuat konsep yang akan disampaikan dalam bentuk tertulis dan disampaikan kepada bapak bupati. Disporapar juga diminta untuk mengkaji hal-hal yang diusulkan Forpek,” pungkasnya.(HS)

Share This

Penerapan Protokol Kesehatan Mal di Kota Semarang Terus Diawasi

Kolaborasi Kunci Sukses Kampus Merdeka di FPMIPATI UPGRIS