in

PPKM Klaten Level 3, Pemkab Klaten Dituntut Waspadai Euforia Masyarakat

Ketua Tim Ahli Penangan Covid-19 Klaten, dr Ronny Roekmitto. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Ketua Tim Ahli Penangan Covid-19 Klaten, dr Ronny Roekmitto mewanti-wanti agar semua pihak mewaspadai euforia masyarakat, terkait penurunan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari level 4 ke 3. Jangan sampai pelonggaran yang dilakukan, justru menyebabkan angka kasus Covid-19 di wilayah itu kembali naik.

Dia mengemukakan penetapan PPKM level 3 oleh Pemerintah Pusat, dipengaruhi upaya pengendalian penyebaran Covid-19 yang dilakukan Pemkab Klaten, mulai saat penerapan PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 sebelumnya. Hasilnya angka aktif warga terkonfirmasi positif turun drastis hingga 338 pasien.

“BOR (Bed Occupancy Rate) rumah sakit rujukan Covid-19 juga menurun cukup signifikan, meskipun tempat isoter (isolasi terpusat) tetap diaktifkan,” kata dia, Selasa (31/8), seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Kendati demikian, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten ini, juga mengatakan Pemkab Klaten justru dituntut untuk lebih awas saat ada pelonggaran.

Euforia masyarakat setelah diberlakukannya PPKM Level 4 menjadi level 3 perlu diwaspadai agar tidak terjadi gelombang penularan yang signifikan karena peningkatan mobilitas masyarakat.

“Karenanya pelonggaran di wilayah perlu diiringi operasi yustisi dengan intensitas yang lebih di tingkatkan. Tujuannya agar masyarakat tetap disiplin,” katanya.

Menurutnya perbedaan yang signifikan yakni adanya pelonggaran dengan dibukanya pusat perbelanjaan non-pangan dan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Meskipun dengan persyaratan yang cukup ketat, namun kedisiplinan terhadap protokol kesehatan perlu diawasi.

“Masyarakat juga kami harapkan tetap disiplin, terutama memakai masker di setiap kesempatan. Karena masker penting dalam pencegahan penularan,” paparnya.

Ronny menjelaskan saat memakai masker ketika berinteraksi dengan orang lain, efektifitas pencegahan dari tertular meningkat hingga 70 persen. Sedangkan bila seseorang yang sehat tanpa memakai masker berinteraksi dengan orang yang tertular dengan menggunakan masker, tingkat pencegahannya hanya 5 persen.

“Dan ini sudah terbukti dalam penelitian, karenanya masker sangat penting untuk mencegah penularan,” ujarnya. (HS-08)

Share This

Turun Level, Bupati Sragen Ingatkan Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Perayaan Yaqowiyyu Jatinom 2021 Akan Digelar Sederhana dengan Standar PPKM 4