in

PPKM di Wonosobo Turun ke Level 3, Vaksinasi Tetap Gencar

Petugas kesehatan melakukan menyuntikkan vaksin Moderna, dalam kegiatan vaksinasi massal di Polres Wonosobo. (Foto : Humas.polri.go.id)

 

HALO WONOSOBO – Keberhasilan Kabupaten Wonosobo untuk menurunkan level PPKM dari empat menjadi tiga, dibarengi gencarnya upaya vaksinasi kepada masyarakat.

Hal itu seperti dilaksanakan Polres Wonosobo, dengan menggelar kembali vaksinasi massal bagi masyarakat umum, mulai Jumat (20/8) di Polres Wonosobo.

“Dalam kegiatan kali ini, disediakan vaksin jenis Moderna sebanyak 23.000 dosis. Dari jumlah tersebut, akan digunakan untuk vaksinasi dosis pertama dan kedua,” kata Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Nugroho Widhi SIK MT, seperti dirilis Humas.polri.go.id.

Dia menjelaskan vaksinasi massal ini masih dalam rangkaian Vaksinasi Merdeka Candi, untuk meningkatkan jumlah cakupan vaksin bagi masyarakat di Kabupaten Wonosobo.

“Harapannya bisa tercipta herd immunity untuk mendukung upaya pemerintah dalam penanganan dan pengendalian Covid-19,” kata dia.

Kapolres menambahkan, vaksinasi massal dilaksanakan hingga beberapa hari ke depan. Selain pelaksanaan di tingkat Polres, dilaksanakan juga di tingkat polsek, sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Bagi masyarakat yang belum vaksin, silahkan mengikuti vaksinasi massal ini, baik di polres maupun polsek jajaran. Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi polres atau polsek terdekat,” kata dia.

Sementara itu mengenai perkembangan kasus Covid-19, Priyo Cahyono, pengelola dashboard resmi website corona Pemkab Wonosobo, mengatakan di wilayah itu sudah terjadi penurunan. Untuk periode 16 hingga 23 Agustus 2021, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pun sudah menurun dari level empat menjadi tiga.

Perkembangan membaik ini, ditandai dengan berubahnya wilayah yang semula zona merah, menjadi masuk ke zona orange dan kuning.

“Seluruh wilayah di Kabupaten Wonosobo, didominasi zona kuning, sementara untuk zona orange hanya ada di 5 RT di 3 Kecamatan,” kata Priyo, seperti dirilis Wonosobokab.go.id.

Tren terhapusnya zona merah di dashboard corona.wonosobokab.go.id, menurut dia sudah mulai nampak sejak awal Agustus. Saat itu jumlah panambahan kasus harian terus menurun, diikuti bertambahnya angka pasien sembuh.

“Jika dibandingkan periode yang sama tanggal 1 sampai 17 Juli 2021, maka pada 1 Agustus sampai 17 Agustus 2021, terjadi penurunan signifikan pada update data harian kasus Covid-19,” lanjutnya.

Sepanjang 1 hingga 17 Juli 2021, kasus konfirmasi positif, disebut Priyo mengalami pertambahan sebanyak 3.246, dengan jumlah kematian mencapai 117 orang. Sementara pada periode yang sama pada Agustus ini, pertambahan kasus konfirmasi positif 884 orang, dan kematian tercatat 46 kasus.

Upaya pemutakhiran data perkembangan Covid-19 melalui website resmi, menurut Priyo masih terus dilakukan setiap hari, demi terwujudnya akurasi informasi kepada masyarakat dan juga sebagai sarana edukasi, agar kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari paparan virus corona dengan penerapan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Sekretaris Daerah, One Andang Wardoyo menegaskan bahwa meski tren perkembangan penanganan Covid-19 menunjukkan progress menggembirakan, semua pihak tidak boleh lengah.

“Kita semua harus terus berupaya agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir, dan kita bisa merasakan kembali kehidupan sebagaimana wajarnya,” tegasnya.

Karena itu dia meminta agar kedisiplinan seluruh warga masyarakat untuk menjaga diri dengan protokol kesehatan, benar-benar dilaksanakan. Selain itu adanya program vaksinasi massal yang terus digencarkan, menurut Sekda juga harus didukung dengan semangat dan antusiasme seluruh warga, sehingga secepatnya akan terwujud imunitas kelompok di Kabupaten Wonosobo.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan menyebut angka-angka perkembangan Covid-19 di kota sejuk ini, selaras dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia, yang menumbuhkan harapan dan optimisme baru.

“Tidak hanya tren penurunan jumlah kasus dan meroketnya kesembuhan yang layak untuk kita syukuri bersama, namun juga semangat dan antusiasme warga masyarakat untuk menjalani vaksinasi yang semakin hari semakin meningkat, layak mendapatkan apresiasi,” kata dia.

Dari target vaksinasi untuk Kabupaten Wonosobo, yang mencapai 688.468 orang, pemegang gelar Doktor dari Universitas Gajah Mada itu, menyebut jumlah warga yang menerima suntik vaksin saat ini telah berada di angka 162.960, alias 23,67 %.

“Sebanyak 105.243 warga menerima vaksinasi dosis pertama, 57.241 telah menjalani vaksinasi dosis kedua, dan 476 orang tenaga kasehatan yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19 dan rentan terhadap paparan corona, telah menerima vaksin dosis ketiga,” kata Jaelan.

Dengan adanya vaksinasi massal yang digelar Pemkab hampir setiap hari di Sasana Adipura Kencana, dengan kuota mencapai 1.000 hingga 1.500 orang per hari, Jalean mengaku semakin optimistis target vaksinasi akan dapat dicapai. Terlebih ada program vaksinasi yang ditangani Polres Wonosobo dan Kodim 0707 Wonosobo.

Lebih lanjut Jaelan juga mengatakan, jumlah pasien Covid-19 di RSUD Setjonegoro, RSI Wonosobo, dan RS PKU Muhammadiyah juga terus menurun. Bahkan salah satu tenda darurat milik BPBD Kabupaten, yang didirikan di halaman RSUD Setjonegoro, juga telah dibongkar. Tenda tersebut, sebelumnya digunakan untuk merawat  pasien Covid-19, Juli lalu ketika kasusnya melonjak.

“Pun demikian dengan indikator epidemiologi ataupun indikator PPKM Mikro, peta zonasi kita membaik, dengan tidak ada satupun wilayah yang masuk kategori zona merah,” lanjutnya.

Semua indikator positif tersebut, menurut Jaelan selayaknya menjadi momentum untuk semua pihak terus bersemangat mengakhiri pandemi Covid-19, dengan menguatkan benteng imunitas diri dan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan, menjalani vaksinasi dan saling mengingatkan agar tidak lagi muncul gelombang serangan berikutnya.

“Semangat kemerdekaan yang mengusung tema besar Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh, harus mendorong kita semua untuk bergandengan tangan mencegah agar paparan Covid-19 tak lagi menyerang dan melemahkan setiap sendi kehidupan, mulai dari orang-orang terdekat kita, lingkungan sekitar hingga meluas ke seluruh kabupaten kita tercinta ini,” kata dia. (HS-08)

Share This

Pemkot Magelang Kerahkan ASN untuk Nglarisi Dagangan Pasar Rakyat, PKL dan UMKM

Pembangunan Infrastruktur di Kota Pekalongan Harus Sinkron dengan Jaringan Perumda Tirtayasa