in

PPKM di Kota Semarang Naik Jadi Level 2, Hendi: Penerapan Aturan Sudah Tidak Ada Gejolak

Suasana Kawasan Simpang Lima, belum lama ini. 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang sejak pekan lalu telah menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menjadi level 2 dari sebelumnya berada di level 1.

Kenaikan status menjadi level 2 di Kota Semarang tersebut sesuai dengan surat keputusan Inmendagri nomor 10 tahun 2022 tanggal 13 Februari 2022, dimana menaikkan level PPKM Kota Semarang dari level 1 ke level 2.

Dengan naiknya level PPKM menjadi level 2 ini, Pemerintah Kota Semarang kemudian mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 4 Tahun 2022.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, dengan kenaikan status menjadi level 2, peraturan yang diterapkan intinya hampir sama dengan aturan sebelumnya, yakni saat Kota Semarang masih berada di PPKM level 1.

Hal itu karena sebelum Kota Semarang dinaikkan statusnya menjadi level 2 oleh Pemerintah Pusat, selama sepekan yang lalu Pemerintah Kota Semarang sudah memodifikasi aturan yang diterapkan pada PPKM level 1.

“Jadi penerapan PPKM selama sepekan yang lalu saat masih di level 1, itu berasa seperti di level 2. Tempat hiburan dan kafe yang sebelumnya boleh buka sampai pukul 24.00 WIB, sudah kita kurangi seperti di level 2, yaitu hanya boleh buka sampai pukul 23.00 WIB,” ujarnya saat konferensi pers di Balai Kota Semarang, Kamis (17/2/2022).

Begitu juga dengan mall dan pusat perbelanjaan, dikurangi jam operasionalnya yang sebelumnya dapat buka sampai pukul 22.00 WIB, dikurangi menjadi pukul 21.00 WIB. Untuk tempat seperti kafe dan restoran juga masih merujuk seperti peraturan yang lalu.

“Sehingga aturan level 2 ini begitu diterapkan saat ini sudah tidak ada gejolak, terutama bagi pelaku usaha atau sektor ekonomi. Karena sepekan yang lalu kita sudah terapkan hal yang terjadi di level 2 ini,’’ katanya.

Adapun salah satu alasan kenaikan status PPKM di Kota Semarang menjadi level 2,  Hendi sapaan akrab wali kota Semarang menuturkan, lebih pada standar dari WHO, yaitu salah satunya karena melihat dari indikator angka kematian.

“Potret angka Covid-19 per hari Kamis ini (17/2), data dari Dinas Kesehatan total ada sebanyak 780 kasus positif dirawat. Dengan rincian sebanyak 127 warga luar Semarang, dan 573 pasien warga Semarang. Kemudian 18 orang yang dirawat meninggal dunia, yakni enam orang dari luar kota dan 12 warga Semarang,” terangnya.

Hasil identifikasi, lanjut Hendi, yang enam ada penyakit bawaan komorbid pada lansia meski riwayatnya sudah vaksin lengkap, baik vaksin pertama dan kedua.

“Enam sisanya vaksinnya belum lengkap, ada yang sudah vaksin pertama lalu meninggal dunia,” imbuhnya.

Adapun terkait aturan dalam Perwal level 2, mal dan hypermarket serta yang sejenisnya, maka dapat buka sampai pukul 21.00 WIB, dengan pengunjung paling banyak 75 persen dari kapasitas.

Di aturan itu juga memastikan pekerja dan pengunjung sudah divaksin, anak usia 12 tahun harus sudah vaksin minimal dosis pertama, dan skrinning wajib dilakukan dengan aplikasi Peduli lindungi.

Kemudian untuk tempat hiburan dan tempat wisata yang berada di ruang terbuka dan tertutup, termasuk bioskop, dapat dibuka dengan jam operasional sampai pukul 23.00 WIB, pengunjung paling banyak 75 persen dari kapasitas.

Sedangkan kegiatan seni budaya dan olahraga hanya diizinkan buka paling banyak 50 persen dari kapasitas, diutamakan pengunjung sudah vaksin.

Begitu juga untuk pelaku usaha rumah makan, restoran dan kafe jam operasional sampai dengan pukul 22.00 WIB, dengan pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas dan skrinning aplikasi Peduli Lindungi. Serta transportasi umum diterapkan pengaturan penumpang paling banyak 75 persen dari kapasitas dengan prokes yang lebih ketat. (HS-06)

Kunjungi PSIS Development, Komisaris PSIS Ingin Muncul Pratama Arhan Baru

Ganjar Pranowo: Genjot Terus Vaksinasi