in

PPKM Darurat, Pencinta Satwa Diharapkan Ikut Membantu

Foto : Batangkab.go.id

 

HALO BATANG – Para pengelola objek wisata di Kabupaten Batang, nampaknya masih harus lebih bersabar. Harapan mereka agar PPKM darurat tidak diperpanjang, ternyata belum bisa dipenuhi oleh Pemerintah Pusat.

Presiden Jokowi, Selasa (20/7) mengumumkan tetap memperpanjang PPKM darurat hingga 25 Juli 2021. PPKM Darurat dilakukan untuk menurunkan penularan Covid-19 dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit (RS), sehingga tidak membuat lumpuhnya RS lantaran over kapasitas pasien Covid-19.

Pengelola Batang Dolphin Center, Bagus Wijaya Danu, seperti dirilis Batangkab.go.id, mengatakan selama ini para pelaku usaha di bidang pariwisata, sebenarnya selalu berupaya mematuhi arahan dan aturan tentang pembatasan yang ditentukan.

Sehingga ketika objek wisata tersebut dioperasikan, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 juga telah dilakukan.

Ketika PPKM Darurat diberlakukan, Batang Dolphin Center pun harus libur beroperasi. Hal ini mengakibatkan pengelola objek wisata itu tidak mendapat pemasukan sama sekali.

Dalam kondisi sulit semacam itu, pengelola tetap berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan makan satwa yang dipelihara. Untuk satwa yang herbivora (pemakan tumbuhan), pengelola tetap berupaya mencarikan pakan rumput. Demikian pula untuk satwa karnivora (pemakan daging), juga tetap diupayakan untuk bisa makan.

“Memang tidak ada pemasukan, tapi kami tetap bersyukur masih ada sisa pemasukan beberapa bulan lalu, untuk memberi pakan satwa karnivora,” katanya.

Namun demikian dengan adanya perpanjangan PPKM darurat dan tanpa pemasukan, sumber daya yang dimiliki juga kian menipis. Karena itu dia berharap agar para pencinta binatang, dapat ikut membantu memenuhi kebutuhan pakan satwa. Dengan begitu, para satwa itu tetap sehat,

“Kami membuka tangan selebar-lebarnya, apabila ada pemerhati binatang yang ingin membantu kelangsungan hidup satwa, misalnya pakan atau vitamin, silakan datang langsung ke sini,” jelasnya.

Dijelaskannya, selama ini sudah ada beberapa komunitas pecinta satwa yang mengirimkan bantuan pakan ataupun vitamin.

Tak Kurangi SDM

Meskipun ada PPKM Darurat, manajemen Batang Dolphin Center juga tak mengurangi jumlah tenaga kerja.

“Sampai sekarang jumlah personel ada 50 orang dan semoga tidak ada wacana untuk pengurangan karyawan,” kata dia.

Ia menambahkan, di masa PPKM Darurat ini manajemen masih mendapatkan subsidi silang dari pihak pengelola Taman Safari, sehingga masih dapat bertahan hingga kini.

Banyak pihak mengharapkan, pandemi segera berlalu, sehingga bisa beraktivitas seperti semula.

“Cukup dengan mematuhi Prokes, sehingga semua bisa dilalui. Semoga semuanya bisa kembali normal, sehingga Batang Dolphin Center tetap bisa memberikan hiburan untuk masyarakat Kabupaten Batang,” ujar dia.

Sekretaris Disparpora Batang, Suprayitno mengakui memang para pelaku usaha objek wisata sangat merasakan dampaknya, karena tidak ada pemasukan.

Beberapa objek wisata di bawah naungan Disparpora, antara lain Pantai Sigandu, Ujungnegoro, THR Kramat, dan Ecopark Bandar juga harus ditutup.

“Ada pula objek wisata lain yang bekerja sama dengan kami, yaitu Deswita Pandansari, Sangubanyu, Pagilaran, Pantai Jodo,” kata dia.  (HS-08)

Share This

Strategi Penanganan Covid-19 di Tegal, dari Percepat Vaksinasi hingga Empati

RPH Batang Batasi Penyembelihan Sapi Kurban