in

PPKM Darurat Diperpanjang, Begini Komentar Para Pedagang di Semarang

Ilustrasi PPKM.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah secara resmi menetapkan perpanjangan PPKM Darurat hingga tanggal 25 Juli tahun 2021. Hal itu diungkapkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo melalui kanal Youtube Sekertariat Presiden pada Selasa (20/7/2021) malam.

Namun dalam penafsirannya, PPKM Darurat diganti setelah munculnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 22 Tahun 2021 menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Di Wilayah Jawa dan Bali.

Perpanjangan kebijakan ini membuat beberapa pedagang kaki lima di Kota Semarang mengalami sedikit keresahan terkait aturan tersebut. Sebab, tak hanya berdampak pada ekonomi, namun juga menjadi masalah saat petugas melakukan penertiban atas kebijakan tersebut.

Isaac, salah satu pedagang angkringan di Semarang Utara meminta, saat dilakukan penertiban harus dengan cara yang humanis.

Meskipun tak pernah mengalami kejadian penertiban yang tak mengenakkan, tetapi dirinya juga ikut merasakan kasihan atas perlakuan Oknum petugas kepada pedagang tersebut.

“Kasihan, cari uang malah daganganya diambilin ya malah rugi. Yang penting secara humanis gitu penertibanya,” kata Isaac.

Pria 21 tahun itu mempersilakan pemerintah jika memang kebijakan tersebut diperpanjang. Namun, pemerintah juga harus memberi solusi dan arahan kepada masyarakat agar terus mendapatkan pemasukan untuk menyambung hidup.

Apalagi, lanjut dia, pemberian bantuan sosial yang tidak merata, membuat kecemburuan sosial antar-warga.

“Misal pedagang bisa buka kapan saja, asal pembelian secara take away dan kalau ada yang makan di tempat kan itu tugasnya pemerintah menegur secara humanis,” pungkasnya.

Sementara pedagang angkringan lainya, Eric menyebut, adanya peraturan PPKM ini membuat bisnisnya mengalami permasalahan salah satunya dalam hal pendapatan.

Bahkan, warungnya yang terletak di Batan Selatan, Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah itu harus tutup lebih awal akibat kebijakan tersebut.

Dia menerangkan, warungnya mulai buka pukul 14.00 WIB dan sebelum PPKM tutup pada pukul 00.00 WIB. Bahkan saat ini warungnya sering tutup karena penjualanya menurun drastis imbas dari PPKM Darurat.

“Prinsip jualan itu harus telaten, tapi kalau ditelateni tapi suruh tutup gini ya rugi tenaga sama waktu, mending sekarang tutup dulu saja,” lanjutnya.

Dia menyarankan agar pemerintah membolehkan pedagang berjualan dengan pengawasan yang ketat dan jika dimungkinan menyediakan posko untuk memantau pedagang.

“Saran saya boleh membuka warung dan makan di tempat, tapi dengan ketentuan dan itu lebih baik dikasih posko pengawasan. Jika ada salah satu warung yang melebihi batas maksimal, baru ditegur atau sanksi,” imbuhnya.

Eric juga meminta petugas saat melakukan penertiban PPKM, alangkah baiknya dilakukan secara humanis agar tak ada bentrok dengan masyarakat.

“Penertiban harus menggunakan hati jangan dengan emosi. Dengan humanis gitu agar tidak bentrok,” imbuhnya.(HS)

Share This

125 Penyandang Disabilitas Mental Rembang Divaksin, Ganjar: Semoga Mereka Terlindungi

Inovatif, Selokan Kotor di Kota Semarang Disulap Jadi Kolam Ikan