in

PPKM Darurat, Bupati Minta Camat dan Lurah Monitor Wilayahnya

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji memonitor jalannya PPKM Darurat di Pasar Tanjungsari, Minggu (4/7). (Foto : Cilacapkab.go.id)

 

HALO CILACAP – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji meminta para camat dan lurah di wilayah Cilacap kota, untuk memantau wilayahnya masing-masing.

“Pokoknya sekarang yang terpenting adalah menjaga masyarakat. Sudah banyak korban, sampai pemakaman mulai penuh. Jangan sampai kita atau kerabat kita menjadi korban. Harus sehat,” kata Bupati, seperti dirilis Cilacapkab.go.id.

Permintaan itu disampaikan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, ketika memantau jalannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di sejumlah tempat.

Pemantauan antara lain dilakukan di Pasar Gede, Teluk Penyu, Posko PPKM Mikro Kelurahan Sidakaya Cilacap Selatan, Kantor Kecamatan Cilacap Tengah, Pasar Tanjungsari dan Lapangan Holcim Jalan Damar Cilacap Utara.

Kegiatan pemantauan, diisi dengan apel pagi di Kecamatan Cilacap Tengah. Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan arahan kepada Forkopimcan dan satgas Covid-19 wilayah, penyemprotan desinfektan, dan pengecekan kondisi pasar.

Kabupaten Cilacap, per 3 Juli mengalami penambahan kasus aktif sebanyak 90 kasus, sehingga total kasus positif aktif di Cilacap mencapai angka 2.763, dengan penambahan kasus meninggal sebanyak 28 kasus.

Karena itu, Bupati memerintahkan seluruh lapisan pimpinan di Kabupaten Cilacap, untuk bisa memegang tanggung jawab dalam menjalankan PPKM dan menjaga warganya untuk tetap mematuhi aturan dan prokes.

PPKM darurat ini memperketat beberapa aturan seperti pelaksanaan shalat Idul Adha yang dilakukan di rumah masing-masing, pembagian daging qurban menggunakan kupon untuk menghindari terjadinya antrian, pembatasan jam operasional pasar, dan pembatasan jumlah tamu untuk pernikahan sebanyak 10-20 orang untuk akad nikah serta dilarang menggelar resepsi pernikahan.

“Kita harus tegas, Cilacap nomor satu di Jawa Tengah dan Indonesia ada di urutan kedua di Asia. Semoga PPKM Darurat ini sukses dan jumlah kasus aktif bisa berkurang. Semua harus kerja, Camat, Lurah, Polisi, TNI, Satpol PP, Pokdar, semua harus ikut mengawasi jalannya PPKM Mikro Darurat ini,” kata dia.

Bupati juga berpesan, jika ada warga yang positif dengan gejala ringan, sebaiknya melakukan isolasi mandiri di rumah dengan penjagaan dan pemantauan penuh dari satgas di wilayahnya.

“Gejala ringan di rumah saja, tidak perlu ke rumah sakit karena semuanya sudah penuh. Nanti Lurah atau Camat pantau mereka, beri bantuan, jalankan lagi Jogo Tonggonya,” kata Bupati

PPKM Mikro Darurat resmi di berlakukan sejak tanggal 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021 untuk wilayah Jawa dan Bali dengan pembatasan-pembatasan yang lebih ketat dari yang pernah dilakukan sebelumnya. Hal ini adalah salah satu upaya untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. (HS-08)

Share This

Layani Makan di Tempat, Pemilik Resto Dapat Teguran

Pembeli Berkerumun, Wabup Pemalang Tegur Pemilik Toko Emas