in

PPDB SMA/SMK Jateng Telah Dibuka, Data Peserta Diklaim Aman

Tangkapan layar laman ppdb.jatengprov.go.id.

 

HALO SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menegaskan, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 berbeda dari tahun sebelumnya. PPDB tahun ini lebih transparan, berkeadilan, dan jauh dari kata diskriminasi.

“Kita tidak ingin sifatnya hanya sekadar rutinitas, maka harus ada inovasi di dalamnya supaya transparan, berkeadilan, non diskriminasi, dan sebagainya,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hari Wuljanto kepada halosemarang.id, Jumat (18/6/2021).

Hari mengungkapkan, pendaftaran PPDB tahun ini, kembali dilakukan secara daring untuk mengindari adanya kerumunan. Selain itu, dalam proses tahapan pendaftaran PPDB, lanjutnya, terdapat empat jalur yakni jalur zonasi, prestasi, afirmasi, dan perpindahan orang tua.

“Jalur zonasi minimal 55 persen, jalur prestasi maksimal 20 persen, afirmasi ada penerima KIP dari Dinsos kemudian prioritas anak nakes, anak panti dan jalur perpindahan orang tua,” imbuhnya.

Pada tahapan PPDB, pihaknya melakukan peningkatan pelayanan dengan menggabungkan data dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), dan data kependudukan pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadescapil) Jateng. Hal ini dilakukan, tak lain untuk menjamin keamanan dan keakuratan data peserta.

“Sehingga anak-anak yang mau mendaftar ke sekolah itu dasarnya data harus beres dulu. Maka mulai Februari kemarin sampai dengan 9 Juni lalu sudah dilakukan pendataan,” ujarnya.

Hari menuturkan, terdapat tiga tahapan pada pelaksanaan PPDB, yakni tahap pendataan yang telah berlangsung dari 14-19 Juni 2021 dan tahap pengajuan akun. Selanjutnya tahap pendaftaran akan dilaksanakan pada 21-24 Juni 2021.

“Tahun ini ada tiga tahap, tanggal 14-19 adalah tahap upload dokumen, perbaikan dokumen, dan ambil token kalau sudah clear semua dapat token nanti digunakan untuk mendaftar tanggal 21-24 Juni,” tutur Hari.

Kendati demikian, jumlah daya tampung SMA/SMK negeri di Jateng hanya dapat mewadahi sebanyak 214.839 kursi atau 42 persen dari total keseluruhan jumlah lulusan SMP sederajat di Jateng 2021/2022, yaitu sebanyak 522.295 siswa.

“Hanya 42 persen daya tampung kita dari total keseluruhan siswa 522.295. Selebihnya 58 persen itu ada pada swasta,” jelasnya.

Hari menerangkan, PPDB tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK tahun pembelajaran 2021/2022, dan Peraturan Gubernur Jateng Nomor 7 Tahun 2001, serta petunjuk teknis PPDB SMA/SMK negeri di Jawa Tengah.

“Tahun ini, dasar kita pada Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 terkait dengan PPDB, Pergub Nomor 7 Tahun 2001, dan juknis kita,” kata Hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun halosemarang.id, pengajuan hingga pendaftaran PPDB SMA/SMK negeri di Jateng dilakukan secara daring pada laman ppdb.jatengprov.go.id.(HS)

Share This

Balita Di Klaten Hilang Diduga Hanyut Di Sungai

Kapolri Minta Tracing dan Testing Diperkuat