Potensi Wisata Alam Mentosari Batang Mulai Digarap

Akibat pandemi corona, wisata kolam renang Cokro Kembang yang dikelola BUMDes Mentosari, Batang asih sepi pengunjung, Sabtu (5/9/2020).

 

HALO BATANG – Mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi dan masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan, Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing, Batang berusaha mengembangkan potensi wisata yang berwawasan lingkungan.

Pemerintah desa melalui BUMDes Mentosari membuat wisata kolam renang Cokro Kembang, yang dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan UMKM di daerahnya.

Perwakilan BUMdes Mentosari, Akhmad Ridwan mengatakan, pemberdayaan UMKM melalui wisata kolam renang ini terus dikembangkan guna menarik minat pengunjung.

Namun menurutnya, karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, maka pengunjung yang datang mengalami penurunan.

“Pada masa pandemi Covid-19 ini dampaknya memang sangat luar biasa. Terutama bagi pelaku usaha wisata,” kata Akhmad Ridwan, Sabtu (5/9/2020).

Dijelaskan, penurunan pengunjung terjadi pada 6 bulan terakhir ini. Khususnya pada hari Minggu yang dulu bisa mencapai 200 pengunjung, kini yang datang ke tempat wisata tersebut kurang dari 100 pengunjung.

“Kami memang membatasi pengunjung, karena tetap memaruhi protokoler kesehatan. Semua pengunjung kami wajibkan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak antar pengunjung,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung, Fida (18) dari Desa Mentosari mengatakan, dirinya datang untuk menikmati masa liburan bersama keluarga di kolam renang Cokro Kembang.

Karena lokasinya dekat dari rumah, dirinya mengaku sering melepas kepenatan di akhir pekan di tempat ini.

“Tiket masuknya murah, hanya Rp 11.000 per orang. Pengunjung sudah mendapatkan minuman teh kotak dan bermain sepuasnya,” ungkap Fida.

Sementara itu Kepala Desa Mentosari, Suwadji berharap, jumlah pengunjung akan berlipat jika BUMDes Cokro Kembang Mentosari berhasil mengembangkan potensi Kali Kuto dan Bendung Kedung Asem, sebagai kawasan ekowisata.

Meskipun pengembangan dilaksanakan secara bertahap, karena harus melihat pendapatan aset desa (PAD) yang berkaitan dengan anggaran.

“Beragam kegiatan seperti rafting, tubing, dan outbound bisa digelar di sana. Apalagi jika dilengkapi gardu pandang dan rumah pohon, akan bisa menabah minat pengunjung,” terang Suwadji.

Dirinya berharap, ke depan Desa Mentosari benar-benar akan menjadi ikon wisata alam terpadu yang bisa diandalkan di sepanjang jalur Pantura Jawa Tengah.

“Apalagi jika ditambahkan lapangan futsal, volly, tenis lapangan, dan bulu tangkis di GOR Indoor. Lokasinya yang paling mudah jalur exsit tol 1 km, dekat dengan perbatasan Batang – Kendal,” pungkas Suwadji.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.