Potensi Produksi 5.200 Ton, Budidaya Pisang di Brebes Terus Didorong

Wakil Bupati Brebes, Narjo (pakai blangkon) bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, memanen pisang raja bulu. (Foto : Jatengprov.go.id)

 

HALO BREBES – Para petani, khususnya di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, saat ini makin meminati budidaya pisang raja bulu semakin diminati. Dari luasan lahan lebih kurang 130 hektare, diperkirakan potensi buah tersebut bisa mencapai 5.200 ton per tahun.

Potensi bidang pertanian tersebut disampaikan Wakil Bupati Brebes, Narjo, ketika bertemu petani di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Brebes.

Seperti dirilis jatengprov.go.id, Sabtu (14/11), Narjo mengatakan petani dari wilayah itu, sudah bekerja keras membudidayakan pisang raja bulu sejak 2016, dengan program bibit bantuan APBD Provinsi Jawa Tengah.

“Jadikan pisang komoditas utama Losari, karena pisang bernilai ekonomis tinggi dan banyak diminati masyarakat,” kata Narjo, saat panen pisang bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mandiri Desa Kedungneng, Kecamatan Losari.

Ia juga mendukung adanya perluasan wilayah budidaya pisang agar manfaatnya semakin dirasakan petani lain. Terlebih, dengan menanam pisang, semakin menambah keuntungan bagi petani dibandingkan menanan padi atau jagung saja.

Ditambahkan, saat ini, total luasan lahan pisang yang ada di Kecamatan Losari sekitar 130 hektare, yang tersebar di Desa Kedungneng 90 hektare, Kalibuntu 15 hektare, Babakan 10 hektare, Bojongsari tiga hektare, dan sisanya tersebar di Desa Randusari dan Rungkang.

“Dengan produktivitas sekitar 40 ton/hektare, asumsi populasi tanaman 2.000 pohon/hektare, maka potensi produksi pisang di Kecamatan Losari sebesar 5.200 ton/tahun,” kata dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Yulia Hendrawati, mengatakan petani semakin merasakan keuntungan budidaya pisang. Sehingga banyak yang telah beralih ke tanaman pisang.

“Bila menanam palawija dan padi rata rata per tahun hanya mendapat Rp10 juta, namun dengan ditanami pisang mereka bisa mendapatkan keuntungan Rp 60 juta sampai Rp 70 juta/tahun,” terangnya.

Menurut Yuli, pisang Losari bisa menjadi komoditas ekspor seperti harapan Bupati Brebes, Idza Priyanti. Untuk itu pihaknya terus mendorong dan mendukung para petani pisang untuk memperluas lahan yang ditanami pisang. Ia juga terus berupaya mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Pertanian. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.