in

Potensi Pelabuhan Kendal Untuk Dongkrak Ekonomi Jawa Tengah

Aktivitas di Pelabuhan Kendal, Sabtu (12/6/2021).

 

HALO SEMARANG – Pengembangan Pelabuhan Kendal perlu segera dilakukan untuk memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.

Pengembangan Pelabuhan Kendal merupakan inisiasi Pelindo III bersama Pemerintah Kabupaten Kendal guna mendukung arus logistik barang di Provinsi Jawa Tengah, sekaligus mengantisipasi dan mengakomodir layanan Terminal Petikemas Semarang yang diprediksi akan melebihi kapasitasnya dalam waktu dekat.

Pelabuhan Kendal akan menjadi fitur yang menarik bagi investor guna berinvestasi di Kawasan Industri Kendal (KIK). Karena adanya fasilitas pelabuhan yang terintegrasi dalam suatu kawasan industri, dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari distribusi barang produksi.
Manfaatnya tidak hanya untuk warga Kendal, tetapi juga pemangku kepentingan logistik di hinterland Pelabuhan Kendal, yakni industri Jawa Tengah (Jateng) dan sekitarnya.

Dalam beberapa kesempatan, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menegaskan, Kawasan Industri Kendal (KIK) yang kini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan pengembangan kota industri di Jawa Tengah.

Bahkan menjadi percontohan kawasan industri yang ada di Indonesia. Guna mempercepat investasi secara masif, pemerintahkan Kendal menargetkan dua isu yang akan menjadi daya tarik bagi investor.

“Dua isu ini yakni harga gas dan pelabuhan. Saya yakin dua isu tersebut akan meningkatkan investasi di Kendal lebih cepat lagi. Sudah banyak perusahaan yang sudah masuk di KIK,” kata Bupati Kendal.

Ya, KEK Kendal akan memiliki lahan 1.000 hektare dan diprioritaskan untuk industri 4.0 berorientasi ekspor. Sektor industrinya seperti tekstil dan busana, furnitur, makanan dan minuman, otomotif, elektronik, hingga logistik.

Nilai investasi untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas kawasan di Kendal sebesar Rp 4,8 triliun dan hingga tahun 2025, KEK Kendal diperkirakan akan menyerap 80 ribu tenaga kerja.

Pemprov Jawa Tengah telah meminta Pelindo III mengupayakan mengembangkan Pelabuhan Kendal supaya menjadi pelabuhan smart port 4.0 dan smart logistic 4.0 di Pulau Jawa.

Beberapa waktu lalu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng, Peni Rahayu mengatakan, pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Kendal ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Jateng.

Sebab, Pelabuhan Kendal nantinya juga akan memberikan kemudahan bagi industri-industri yang berorientasi pada ekspor.
Peni menjelaskan, Pelabuhan Kendal akan menjadi magnet bagi para calon investor untuk berinvestasi di Kawasan Industri Kendal.

Sebab dengan adanya fasilitas pelabuhan yang terintegrasi dalam kawasan industri, bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi pendistribusian barang produksi. Bahkan, kawasan industri tersebut akan menjadi percontohan kerja sama antara pemerintah dan BUMN. Salah satunya, pembangunan pelabuhan gas yang juga terintegrasi dengan Kawasan Industri Batang.

Pernyataan ini didukung Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basri. “Dalam pengembangannya nanti, Pelabuhan Kendal bisa diarahkan menjadi pelabuhan smart logistic di Pulau Jawa,” kata Alwin Basri.

Data yang dihimpun menyebutkan, PT Pelindo III memang memiliki rencana mengembangkan Pelabuhan Kendal di Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah ini. Proyek pengembangan memerlukan dana investasi sekitar Rp 4 triliun.

Pelindo III telah bekerja sama dengan dua perusahaan internasional, yaitu PT China Communications Construction Engineering Indonesia yang merupakan Badan Usaha bidang Jasa Konstruksi dan PSA Indonesia Pte Ltd, yang merupakan operator jasa pelabuhan yang berpartisipasi di Asia, Eropa dan Amerika.

Ke depan diharapkan dapat meningkatkan potensi pasar, sehingga bisa meningkatkan kunjungan kapal internasional untuk melakukan kegiatan operasional di Pelabuhan Kendal.

Sedimentasi

Saat ini, di Pelabuhan Kendal baru ada KMP Kalibodri yang menjadi moda transportasi andalan warga dari Kendal Jawa Tengah ke Kumai, Kalimantan Tengah.

Persoalannya, sedimentasi (pendangkalan) di Pelabuhan Kendal Jawa Tengah menjadi satu problem pengembangan pelabuhan, sekaligus dalam operaionalisasi KMP Kalibodri saat ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kendal, Suharjo mengaku pihaknya sudah mengajukan proposal ke pemerintah pusat untuk penanganan dangkalnya Pelabuhan Kendal. Pengerukan dangkalnya Pelabuhan Kendal, katanya, tidak bisa dilakukan dengan anggaran pemerintah daerah saja.

“Kami sudah ajukan proposal ke pusat untuk segera dilakukan penanganan. Bahkan, Bupati Kendal juga ikut mendorong dengan berkomunikasi ke Kementerian sebagai upaya dalam menangani permasalahan itu,” kata Suharjo.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala UPTD Pelabuhan Kendal, Andi Rahmat yang mengaku jika untuk pengerukan kolam sandar baru akan dilaksanakan di 2022. Yakni bersamaan dengan pembangunan break water. Untuk tahun ini, hanya ada perbaikan kecil berupa pembenahan akses jalan pelabuhan dan pemasangan pender dermaga.(HS)

Share This

Jaminan Lebih Oke setelah Operasi

Kapolri Siapkan Strategi Capai Vaksinasi 70 Persen di Hari Kemerdekaan