in

Potensi Pasokan Daging Halal Dari Jateng Bidik Pasar Internasional 

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat meninjau RPH Penggaron, Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Jawa Tengah memiliki potensi pasar perdagangan daging dan wisata halal yang menyasar negara-negara berpenduduk mayoritas muslim. Ungkapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Rabu (29/9/2021).

Ia menyebut, langkah untuk mendorongnya perlu mengkondisikan rumah pemotongan hewan (RPH) di wilayahnya.

“Pasar kita sudah jelas memiliki potensi. Mayoritas (penduduk) di Jawa Tengah muslim. Juga ada banyak pondok pesantren yang membutuhkan itu secara halal, baik untuk aqiqah atau kurban Idul Adha,” katanya.

Dengan menghalalkan seluruh rumah pemotongan hewan, menurutnya, mampu mendorong wisata halal yang telah dicanangkan untuk masuk pada pasar negara timur tengah.

“Kita mulai masuk ke pertumbuhan ekonomi, satu di antaranya wisata kita dorong di sana. Ini akan menarik minat para wisatawan dari timur tengah,” katanya.

Dengan sejumlah upaya tersebut, ia optimistis, tidak menutup kemungkinan untuk mengekspor ke negara-negara tujuan tersebut. Selain itu, lanjutnya, pihaknya berupaya menambah masuknya wisatawan halal.

“Targetnya yang pertama menambah stay wisatawan halal dengan adanya kuliner halal. Kedua, kita juga akan memasok bahan baku daging (halal), syukur-syukur bisa (ekspor) ke negara tentangga,” katanya.

Hingga saat ini, upaya pengembangan rumah pemotongan hewan tersebut telah intensifkan di bawah koordinasi Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Tengah, dan beberapa pemangku kepentingan.

Sementara itu, Ketua Santri Gayeng Nusantara (SGN) Chamzah Hasan mengatakan, telah berlatih untuk mendukung program rumah pemotongan hewan halal. Sebab, pihaknya ditunjuk sebagai bagian pemangku kepentingan yang ikut menyukseskan program tersebut.

“Untuk starting pelatihan penyembelihan halal, SGN dipercaya untuk merekrut para calon Juleha (juru sembelih halal), ini dibutuhkan orang yang biasa menangani banyak orang,” katanya.

Dalam tahap perekrutan Juleha, lanjutnya, sebanyak 40 orang dari kalangan pesantren dipilih dan dilatih untuk ikut berkontribusi menularkan materi ke peserta lain atau disebut dengan Training of Trainer (ToT).

Pelatihan dengan metode ToT akan dilakukan pada bulan Oktober atau awal November pada tahun ini.

“Kemudian nanti, karena ini ToT nanti bisa menyebar di seluruh kabupaten/kota di Jateng, nanti akan ada instruksi dari Pemprov untuk ke dinas-dinas peternakan di masing-masing daerah kabupaten,” ucapnya.(HS)

Share This

Ganjar Sebut Patung Soekarno Polder Tawang Simbol Semangat Anak Muda

Kepmen KP No 86 dan 87 tahun 2021 Dianggap Mencekik Nelayan, Ini Desakan Fraksi PKS DPRD Jateng