Posbindu Jadi Sarana Skrining Penyakit Tidak Menular

Foto : Pekalongankota.go.id

 

HALO PEKALONGAN – Para kader di 42 Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), di Kota Pekalongan, diminta untuk memonitor dan melakukan skrining penyakit tidak menular.

Hal ini diungkapkan programer penanganan penyakit tidak menular Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Ahmad Tauhid, seperti dirilis Pekalongankota.go.id.

“Posbindu dibentuk untuk menjaring masyarakat, atau orang yang punya faktor risiko penyakit tidak menular,” tandas Ahmad.

Menurut Ahmad Posbindu, penyakit tidak menular, membutuhkan peran masyarakat yang menjadi kader, dalam monitoring penyakit tidak menular, deteksi dini, dan mengurangi faktor risiko. Kegiatannya berkelanjutan dan dikelola mandiri oleh masyarakat.

“Kegiatan-kegiatan di Posbindu, yakni penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengecekan gula, asam urat, kolestrol, dan serangkaian lainnya,” kata Ahmad.

Disampaikan Ahmad, bahwa Posyandu dan Posbindu berbeda. Posyandu diperuntukkan bagi usia 0-9 bulan dan balita 0-5 tahun. Adapun posbindu untuk melayani orang dengan usia 15 hingga 64 tahun.

“Melalui kader posbindu, kami menjaring orang-orang dengan faktor risiko penyakit tidak menular, di usia produktif yakni 15-64 tahun, kadernya langsung dari masyarakat,” beber Ahmad.

Disebutkan Ahmad bahwa setiap kelurahan minimal memiliki satu posbindu. Tetapi ada pula yang punya dua atau tiga. Jumlah 42 posbindu tersebut, termasuk Posbindu di Terminal Tipe A Pekalongan dan di rumah sakit.

“Kalau di terminal posbindu idealnya tiga bulan sekali tapi kami baru bisa lakukan sekali untuk  menjaring para sopir yang memiliki risiko penyakit tidak menular. Biasanya kami lakukan menjelang lebaran,” kata Ahmad. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.