Porinti Kota Semarang dan Perpit Jateng Bantu APD Standar Medis untuk 14 Rumah Sakit di Kota Semarang

Pengurus Porinti Kota Semarang dan Perpit Jawa Tengah menyerahkan bantuan kepada perwakilan rumah sakit Dokter Kariadi Semarang di Yayasan Mitra Setia Jalan Ki Mangunsarkoro 2A, Semarang, Sabtu (25/4/2020).

 

HALO SEMARANG – Prihatin atas mewabahnya virus corona, serta kelangkaan alat pelindung diri (APD) standar medis bagi rumah sakit, Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (Porinti) Kota Semarang dan Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (Perpit) Jawa Tengah membantu APD standar medis bagi 14 rumah sakit di Kota Semarang.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di Yayasan Mitra Setia Jalan Ki Mangunsarkoro 2A, Semarang, Sabtu (25/4/2020). Tak hanya rumah sakit pemerintah, beberapa rumah sakit swasta juga memperoleh bantuan serupa.

Yoga Pangemanan ketua harian Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (Porinti) Kota Semarang mengatakan, bantuan total 10 ribu masker N95 dan 100 ribu masker standar medis ini sebagai bentuk keprihatinan organisasinya atas kelangkaan alat pelindung diri standar medis di beberapa rumah sakit.

Padahal tenaga medis sangat membutuhkan alat pelindung diri untuk mencegah penularan virus saat menangani pasien.

“Sehingga kami menggalang donasi anggota, untuk membantu rumah sakit dalam penyediaan alat pelindung diri (APD) yang memang diperuntukkan bagi tenage medis,” katanya, usai penyerahan.

Ditambahkan, masyarakat seharusnya yang jadi garda terdepan dalam penanganan wabah corona. Yaitu dengan kesadaran rutin melakukan cuci tangan, bertahan di rumah, memakai masker jika keluar rumah, menjaga jarak fisik, serta menjaga kebersihan diri.

“Namun persoalannya masih banyak warga yang belum sadar. Mungkin karena desakan ekonomi atau faktor keterpaksaan, sehingga tak bisa mematuhi anjuran pemerintah. Kemudian petugas medislah yang seharusnya jadi benteng terakhir akhirnya jadi garda terdepan. Maka untuk menjaga benteng ini tenaga medis harus dibekali kelengkapan yang memang benar-benar aman bagai mereka,” katanya.

Harjanto Halim, pengurus Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa (Perpit) Jawa Tengah menambahkan, bantuan APD standar medis ini merupakan bentuk dukungan pihaknya bagi para tenaga medis yang sedang berjuang menangani wabah corona.

“Kami pun berharap wabah ini bisa segera teratasi dan selesai. Sehingga kondisi sosial ekonomi masyarakat bisa kembali pulih,” katanya.

Sementara Septiana Lukitasari, Humas Rumah Sakit Permata Medika mengatakan, selama ini pihaknya memang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan APD sesuai spesifikasi medis. Dikarenakan, selain permintaan banyak, APD tersebut juga langka dan jika ada harganya sangat tinggi.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Meski di rumah sakit kami tak menangani kasus corona, namun antisipasi dan melindungi diri sangatlah penting bagi tenaga medis kami agar tak tertular wabah corona saat memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.