in

Ponpes Annur Pegandon, Pesantren Tertua di Kendal

M Kholidil Pengasuh Ponpes Annur, Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon.

 

HALO KENDAL – Salah satu pondok pesantren tertua di Kabupaten Kendal adalah Pondok Pesantren Annur di Dusun Kersan Desa Tegorejo, Kecamatan Pegandon.

Pondok pesantren yang menerapkan sistem pembelajaran salafi ini didirikan oleh Kiai Ahmad Nur pada tahun 1884, yang membangun mushola dan Komplek Darun Naim berupa asrama pondok model rumah panggung yang terbuat dari kayu.

Bahkan, asrama di pondok tersebut sampai sekarang masih berdiri seperti aslinya yang terdiri dari beberapa kamar.

Pondok pesantren terdiri dari lima asrama putra dan dua asrama putri dengan jumlah santri sekitar 200 orang.

Para santri sebagian besar dari wilayah Kabupaten Kendal, dan ada yang berasal dari Batang, Cirebon, Pekalongan, Demak, Tegal dan daerah lainnya.

Ketua Pengurus Ponpes Annur, M Kholidil Wafa mengungkapkan, dari pondok pesantren inilah berdiri pondok-pondok pesantren lainnya di Kabupaten Kendal, di antaranya ponpes Wasilatul Huda di Desa Tamangede Gemuh, ponpes Raoudlotul Mutaallimin di Desa Pamriyan Gemuh.

“Kemudian ponpes di Pidodo Wetan Patebon, ponpes di Sukorejo dan banyak ponpes lainnya termasuk yang didirikan oleh para santri yang dulu belajar di pondok ini,” ungkapnya kepada halosemarang.id, Sabtu (24/4/2021).

Pondok Pesantren Annur sendiri saat ini sudah dikelola oleh generasi keempat. Setelah didirikan oleh Kiai Ahmad Nur, kemudian generasi kedua diteruskan oleh menantunya yaitu Kiai Ahmad Jalal.

Selanjutnya generasi ketiga juga oleh menantunya, yakni Kiai Nur Fatoni yang menambah bangunan asrama Darussalam, Darul Firdaus, Darul Mutaalimin dan kantor.

“Diteruskan oleh generasi keempat Almarhum KH Subhan Nur dan Kiai Haji Izzudin Abdussalam yang menambah asrama Darul Muttaqin dan Darul Makwa, renovasi musala dan kantor, bangunan madrasah, serta perpustakaan,” imbuh M Kholidil.

Menurutnya santri di pondok ini tidak mengenal usia, siapa pun boleh menimba ilmu agama Islam, mulai dari usia anak-anak, remaja, bahkan yang sudah lanjut usia.

Pasalnya di pondok ini sebagai tempat menimba dan memperdalam agama Islam, sehingga santri-santrinya diharapkan bisa menyebarkan agama Islam di seluruh Indonesia, khususnya di Kendal.

“Pondok ini istilahnya sebagai kawah candradimuka untuk menempa santri supaya bisa menjadi penyebar agama Islam di mana saja,” ujar M. Kholidil.

Dikatakan, pembelajarannya dilakukan usai salat jamaah, mulai dari subuh, dzuhur, ashar, magrib dan isya, serta bakda salat dhuha.

Selama bulan Ramadan pembelajarannya diliburkan, namun tetap ada kegiatan pengajian yang mengajarkan kitab-kitab kuning.

”Pondok salafi ini masa akhirussanah atau kenaikan kelasnya sebelum Ramadan, sehingga selama bulan Ramadan merupakan masa libur kenaikan kelas,” jelasnya.

Salah seorang santri yang sudah lanjut usia adalah Muhammad Agnin asal Pemalang, yang sudah tiga tahun terakhir ini belajar di pondok.

Kakek yang ketika remaja pernah menimba ilmu di pondok ini mengaku merasa tenang dan tentram.

“Sebagai santri, saya tetap ikut belajar kitab-kitab kuning yang diajarkan di pondok ini. Saya merasa tenang dan bahagia di sini,” ucapnya.(HS)

Share This

Tinjau Dua Bakal Lahan PDN, Menteri Johnny: Batam Masuk Prioritas Lokasi Pembangunan

Pengurus Cabang Ansor dan Satkoryon Banser Kendal 2020-2024 Resmi Dilantik