in

Polsek Doro Pekalongan Pasang Spanduk Imbauan Stop Kekerasan Seksual pada Anak

Pemasangan spanduk “Stop Kekerasan Seksual Terhadap Anak” oleh Polsek Pekalongan. (Foto : tribratanews.pekalongan.jateng.polri.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Kapolsek Doro, Iptu Dulsalim dengan anggotanya serta warga masyarakat, melaksanakan kegiatan pemasangan spanduk imbauan kamtibmas, bertemakan “Stop Kekerasan Seksual Terhadap Anak”, Sabtu (8/7/2023).

Spanduk imbauan itu dipasang di depan kantor Mako Polsek Doro Polres Pekalongan.

Kapolsek Doro, Iptu Dulsalim, seperti dirilis tribratanews.pekalongan.jateng.polri.go.id, kemarin mengatakan dengan dipasangnya spanduk imbauan tersebut, diharapkan bisa mencegah tindak kekerasan dan kekerasan seksual pada anak-anak.

Spanduk imbauan itu juga sebagai media penerangan kepada masyarakat, termasuk orang tua dan guru, agar bersama-sama mencegah kekerasan dan kekerasan seksual pada anak-abak, karena hal itu dapat merusak kejiwaan anak-anak.

Kapolsek Doro, Iptu Dulsalim juga mengungkapkan harapan agar masyarakat bisa mengetahui, mengerti, dan mengantisipasi kekerasan seks pada anak-anak.

Kegiatan ini sebagai bentuk dan wujud Polri dalam rangka upaya preemtif mengurangi dan meminimalisir tindak kekerasan seksual terhadap anak-anak guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman kondusif di wilayah hukum Polsek Doro.

Penyuluhan

Sebelumnya, Polres Pekalongan bersama jajarannya, juga menggalakkan stop kekerasan seksual terhadap anak.

PS Kasi Humas Polres Pekalongan, Ipda Suwarti, mewakili Kapolres Pekalongan AKBP Wahyu Rohadi, mengatakan anak adalah generasi penerus bangsa, sehingga wajib untuk dilindungi.

“Hal ini karena keberadaan anak dalam satu negara sangatlah penting, yang mana nantinya akan menjadi pemimpin yang akan melanjutkan kehidupan sebuah negara,” kata dia.

Polres Pekalongan melalui para Bhabinkamtibmasnya yang merupakan ujung tombak Polri di lapangan, dalam menjaga kamtibmas memberikan penyuluhan kepada warga terkait stop kekerasan seksual terhadap anak.

“Dengan skill dan komunikasi yang dimilikinya, para Bhabinkamtibmas jajaran Polres Pekalongan menyambangi warga di desa binaan untuk memberikan penyuluhan stop kekerasan seksual terhadap anak,” ungkap PS. Kasi Humas.

Menurut Ipda Suwarti, tidak hanya melalui Bhabinkamtibmas untuk menggalakkan stop kekerasan seksual terhadap anak, pihaknya juga memasang spanduk yang berisi imbauan untuk stop kekerasan seksual terhadap anak.

“Kita melakukan pemasangan spandung di masing-masing Polsek jajaran, sehingga masyarakat tahu dan mengerti,” imbuhnya.

Ditegaskannya, pelaku kekerasan seksual terhadap anak akan dikenakan dengan Pasal 81 dan 82 UU No.17 tahun 2016 dengan ancaman pidana penjara 5 tahun sampai 15 tahun serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Mari lindungi anak-anak kita demi menatap masa depan yang lebih cerah,” tegas Ipda Suwarti. (HS-08)

Kasat Lantas Brebes Ajak Siswa SMP N 1 Wanasari Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Derita Jantung Bocor, Balita Anak Penjual Es Krim Keliling di Batang Ini Tak Bisa Menangis