in

Polri Tangkap 2 Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko. (Sumber : humas.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, menangkap dua tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), di wilayah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat dan Ciledug, Tangerang, Banten.

Dua tersangka tersebut yakni Suarty B Riartika alias Tika dan Ani Puji Astutik alias Elisa, keduanya ditangkap Kamis, 25 Januari 2024 lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan penangkapan kedua tersangka, berawal dari pemberangkatan secara bertahap, 10 pekerja migran Indonesia ke luar negeri, pada Desember 2022 hingga Februari 2023.

“Para terlapor yang melakukan perekrutan tersebut, menjanjikan kepada para korban, bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Erbil, dengan gaji 300 dolar,” kata Trunoyudo, Sabtu (27/1/2024), seperti dirilis humas.polri.go.id.

Setelah adanya persetujuan para korban tersebut, dibuatkan paspor dan diberikan uang fee yang bervariasi, dari Rp 3 juta – Rp 13 juta.

Setelah selesai pembuatan paspor tersebut dan tanpa adanya medical check up, para korban dikirimkan ke Turki oleh tersangka Elis, melalui Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Juanda Surabaya.

Para korban diberangkatkan ke Turki dengan mengunakan visa wisata, dan saat berada di Turki para korban diserahkan ke agensi bernama Muhammad.

Mereka selanjutnya ditampung di sebuah apartemen, yang dijaga oleh orang bernama Yakub.

“Barang milik korban seperti paspor, handphone dan juga pakaian di ambil dan amankan oleh Muhammad dan Yakub,” katanya.

Saat di penampungan tersebut, para korban sebanyak 26 orang, dimasukkan ke dalam satu kamar dan dilarang untuk berbicara. Jika ada yang berbicara akan dihukum.

“Para korban berada di penampungan bervariasi lamanya yaitu 1 mingguan sampai 2 bulan, dengan alasan para korban belum di kirim ke Erbil untuk dipekerjakan karena masih menunggu visa,” ucapnya.

Karena lama menunggu di penampungan, para korban tersebut meminta bantuan sekuriti apartemen dan melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Turki sehingga dilakukan penggerebekan.

“Dari penggerebekan tersebut para pekerja migran Indonesia diserahkan ke KJRI Istanbul dan korban dipulangkan ke Indonesia,” katanya.

Trunoyudo yang juga mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini, mengungkapkan peran tersangka Tika adalah menampung para korban, sebelum diterbangkan ke luar negeri.

Adapun tersangka Elisa, berperan sebagai agensi di Jakarta yang memberangkatkan para korban ke Turki.

Kedua tersangka pun dijerat Tindak Pidana Perdagangan Orang ( TPPO) dan atau Tindak Pidana Menempatkan pekerja migran Indonesia ke luar negeri tidak sesuai prosedur.

Mereka dijerat dengan Pasal 10 Jo Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang TPPO dan atau Pasal 81 Jo Pasal 86 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. (HS-08)

Pramuka Kabupaten Batang Tanam 1.000 Bibit Pohon

Hadiri Kejuaraan Cheerleading Tingkat Jateng, Wali Kota Semarang Beri Kejutan untuk Peserta