Polri Pantau Konten Ujaran Kebencian di Grup WhatsApp

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Polisi Ahmad Ramadhan. (Foto : Tribratanews.polri.go.id)

 

HALO SEMARANG – Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian, termasuk melalui Whatsapp. Ujaran-ujaran tersebut terpantau oleh polisi dunia maya (virtual police), dan dapat berimplikasi pada kasus hukum. Masyarakat juga dapat melaporkan ujaran kebencian kepada Polri.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Polisi Ahmad Ramadhan, mengatakan sudah ada satu konten di WhatsApp yang dilaporkan.

“Kalau WhatsApp grup kan bisa (terpantau),” kata Kombes Polisi Ahmad Ramadan, seperti dirilis Tribratanews.polri.go.id, Minggu (14/3).

Kombes Polisi Ahmad Ramadan, menjelaskan virtual police bakal menegur setelah ada laporan dari masyarakat.

Kabag Penum Divisi Humas Polri, mencontohkan ketika ada percakapan atau unggahan mengandung ujaran kebencian di grup WhatsApp, seseorang yang menjadi anggota grup itu, bisa melaporkan kepada polisi, dengan melampirkan bukti berupa tangkapan layar.

Nantinya, konten yang dilaporkan akan dikaji apakah memenuhi unsur ujaran kebencian atau tidak.

“Jangan berpikir, ah kalau kita memfitnah orang, menyebarkan kebencian, kalau pakai platform tertentu aman nih. Enggak. Prinsipnya virtual police itu memperingatkan akun-akun. Apapun bentuk platformnya,” tutur Perwira Menengah Divisi Humas Polri itu.

Hingga 11 Maret 2021, kepolisian telah mengirimkan peringatan terhadap 89 akun media sosial. Peringatan yang dilakukan oleh virtual police ditujukan kepada pemilik akun media social, yang diduga menyebarkan ujaran kebencian suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA). Kini kepolisian turut mengawasi konten di aplikasi pengirim pesan WhatsApp. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.